
Bacaan I: Hag 2:1b-10
Mazmur Tanggapan: Mzm 43:1.2.3.4
Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45
Bacaan Injil: Luk 9:19-22
Bacaan Injil hari ini mengungkapkan pengakuan Petrus tentang siapa Yesus sesungguhnya. Dia adalah Mesias yang datang dari Allah. Dan apa yang diungkapkannya adalah benar adanya! Yesus memang seorang Mesias yang datang untuk membawa pembebasan bagi umat manusia.
Namun, konsep Petrus tentang mesias berbeda dengan konsep Yesus. Petrus memiliki pandangan bahwa Mesias adalah raja dengan segala keagungan dan kekuasaan. Mesias adalah seorang yang datang penuh dengan kemegahan. Mesias adalah seorang yang berbahagia karena dilayani! Dan secara politis, mesias adalah dia yang datang untuk membebaskan mereka dari penjajahan dan menjadikan bangsa mereka merdeka.
Konsep Petrus ini dilatarbelakangi oleh konsep mesias orang-orang Yahudi pada waktu itu. Kata Mesias sendiri berasal dari bahasa Ibrani “mashiah” berarti “Yang Diurapi”. Hal ini berakar dari pemahaman orang-orang Yahudi akan datangnya seorang tokoh di masa depan yang datang dari Allah untuk membawa keselamatan bagi bangsa Yahudi kala itu.
Sementara Yesus memberikan gambaran tentang Mesias dengan paradigma yang berbeda. Bagi Yesus, Mesias adalah Dia yang harus menanggung segala penderitaan. Mesias adalah Dia yang akan ditolak dan disingkirkan. Mesias adalah Dia yang akan ditangkap dan dibunuh. Dan diri-Nya sebagai Mesias akan mengalami penderitaan, penganiayaan, dan dibunuh!
“Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” (Luk 9:22).
Tentu gambaran Mesias versi Yesus ini membuat Petrus tidak nyaman. Di Injil lain Petrus digambarkan seakan merajuk dan membujuk Yesus agar tidak mengalami itu. Namun Yesus menegurnya dengan keras dan pedas: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mrk 8:33).
Injil hari ini mengajak kita untuk semakin mengenal secara personal siapa Yesus sesungguhnya. Kedekatan kita dengan-Nya akan semakin menjernihkan pengenalan kita terhadap Yesus.
Selain itu, Injil hari ini mengingatkan kita untuk menyadari konsekuensi kita sebagai para pengikut Kristus. Kemesiasan-Nya menyertakan salib, perjuangan dan pengorbanan. Setiap pengikut-Nya pun harus siap memikul salib dan bahkan siap mempertaruhkan nyawa. Dengan kata lain, mengikuti Yesus tak berarti menerima ‘tiket gratis’ namun membutuhkan komitmen, kesetiaaan dan siap berjuang serta berkorban. Inilah militansi seorang pengikut Kristus. Menjadi pengikut Kristus berarti rela untuk memikul salib.
Semoga kita semakin setia dan tekun dalam menjalin kesatuan dengan Kristus. Kita semakin mengenal Yesus secara pribadi. Dan kita belajar untuk berkurban!
Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Romo Frans Katino, Pr
**Renungan ini dapat dibaca juga dalam blog berikut : https://myoasissabda.blogspot.com/2021/09/engkau-adalah-mesias-dari-allah.html?m=1
***Editor : Okto Klau
Trending
- Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
- Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
- Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
- Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
- Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
- Perluas Wawasan: Panitia HKY 2026 Bakal Hadirkan Empat Narasumber dalam Seminar Hati Kudus Yesus
