Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Merenungkan dan Memahami Sabda Allah
Renungan Harian

Merenungkan dan Memahami Sabda Allah

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 25, 2021No Comments132 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


Bacaan I: Za 2:1-5.10-11a
Mazmur Tanggapan: Yer 31:10.11-12ab.13
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b
Bacaan Injil: Luk 9:43b-45

Memahami dan melaksanakan Sabda Tuhan bukan hal yang mudah. Seringkali kita menemukan dalam Kitab Suci, Sabda yang sulit dipahami. Kalau toh memahami kita mengalami kesulitan untuk melaksanakannya.

Kesulitan memahami Sabda Yesus juga dialami oleh Para Rasul. Hal itu nampak dalam bacaan Injil hari ini. “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” (Luk 9:44). Perkataan Yesus ini adalah pemberitahuan untuk keduakalinya tentang penderitaan yang akan dialami-Nya. Namun Para Rasul tidak dapat menangkap arti dan maknanya. “Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.” (Luk 9:45).

Memang sangat disayangkan sikap para murid yang hanya diam walau tidak memahaminya. Mungkinkah mereka sengaja diam untuk tidak mau mendengar sesuatu yang buruk dalam kebersamaan dengan Yesus? Mungkin mereka sengaja tidak mau tanya lebih jauh karena terlalu menikmati kebersamaan dengan-Nya yang semakin tenar. Mereka semakin merasa nyaman bersama Yesus yang semakin dikagumi dan dipuji banyak orang.

Sabda tersebut baru mereka pahami ketika Paskah. Peristiwa kebangkitan Kristus membuka rahasia-rahasia Sabda-Nya yang tersembunyi. Mereka sadar bahwa mereka pun mesti memikul salib bersama-Nya.

Untuk itu, marilah bertekun untuk membaca dan merenungkan Sabda Allah. Walaupun saat ini kita tidak memahaminya jangan menyerah dan putus asa. Kita perlu bertanya lebih mendalam tentang arti dan makna Sabda Allah yang menggema dalam hidup kita. Kita mesti berani untuk menggalinya lebih dalam lagi.

Teruslah membaca dan merenungkan Sabda Allah. Percayalah, Tuhan akan membantu kita memahami Sabda-Nya. Roh Kudus membantu kita untuk memahami rahasia Sabda-Nya.

Kebersamaan dengan Kristus pun ternyata menuntut kita untuk sabar dan bertekun dalam salib. Untuk itu marilah bertekun dan setia di dalam jalan salib Tuhan. Di dalam Dia, hidup tidak berujung pada kematian kekal namun kehidupan abadi!

Semoga kita semakin mencintai Sabda Tuhan, merenungkannya lebih mendalam dan melaksanakan dalam hidup sehari-hari.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Romo Frans Katino, Pr
** Renungan ini dapat dibaca juga dalam blog berikut :https://myoasissabda.blogspot.com/2021/09/merenungkan-dan-memahami-sabda-allah.html?m=1
*** Editor : Okto Klau

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?