
Bacaan I: Za 2:1-5.10-11a
Mazmur Tanggapan: Yer 31:10.11-12ab.13
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b
Bacaan Injil: Luk 9:43b-45
Memahami dan melaksanakan Sabda Tuhan bukan hal yang mudah. Seringkali kita menemukan dalam Kitab Suci, Sabda yang sulit dipahami. Kalau toh memahami kita mengalami kesulitan untuk melaksanakannya.
Kesulitan memahami Sabda Yesus juga dialami oleh Para Rasul. Hal itu nampak dalam bacaan Injil hari ini. “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” (Luk 9:44). Perkataan Yesus ini adalah pemberitahuan untuk keduakalinya tentang penderitaan yang akan dialami-Nya. Namun Para Rasul tidak dapat menangkap arti dan maknanya. “Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.” (Luk 9:45).
Memang sangat disayangkan sikap para murid yang hanya diam walau tidak memahaminya. Mungkinkah mereka sengaja diam untuk tidak mau mendengar sesuatu yang buruk dalam kebersamaan dengan Yesus? Mungkin mereka sengaja tidak mau tanya lebih jauh karena terlalu menikmati kebersamaan dengan-Nya yang semakin tenar. Mereka semakin merasa nyaman bersama Yesus yang semakin dikagumi dan dipuji banyak orang.
Sabda tersebut baru mereka pahami ketika Paskah. Peristiwa kebangkitan Kristus membuka rahasia-rahasia Sabda-Nya yang tersembunyi. Mereka sadar bahwa mereka pun mesti memikul salib bersama-Nya.
Untuk itu, marilah bertekun untuk membaca dan merenungkan Sabda Allah. Walaupun saat ini kita tidak memahaminya jangan menyerah dan putus asa. Kita perlu bertanya lebih mendalam tentang arti dan makna Sabda Allah yang menggema dalam hidup kita. Kita mesti berani untuk menggalinya lebih dalam lagi.
Teruslah membaca dan merenungkan Sabda Allah. Percayalah, Tuhan akan membantu kita memahami Sabda-Nya. Roh Kudus membantu kita untuk memahami rahasia Sabda-Nya.
Kebersamaan dengan Kristus pun ternyata menuntut kita untuk sabar dan bertekun dalam salib. Untuk itu marilah bertekun dan setia di dalam jalan salib Tuhan. Di dalam Dia, hidup tidak berujung pada kematian kekal namun kehidupan abadi!
Semoga kita semakin mencintai Sabda Tuhan, merenungkannya lebih mendalam dan melaksanakan dalam hidup sehari-hari.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Romo Frans Katino, Pr
** Renungan ini dapat dibaca juga dalam blog berikut :https://myoasissabda.blogspot.com/2021/09/merenungkan-dan-memahami-sabda-allah.html?m=1
*** Editor : Okto Klau
Trending
- Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
- Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
- Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
- Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
- Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
- Perluas Wawasan: Panitia HKY 2026 Bakal Hadirkan Empat Narasumber dalam Seminar Hati Kudus Yesus
