
Lukas 21:36:”Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
Setiap orang secara pribadi akan berhadapan dengan kematian. Mungkin dari antara kita ada yang masih dalam duka karena kehilangan orang yang dikasihinya. Berhadapan dengan kematian kita bisa memilih salah satu dari tiga hal di bawah ini. Pertama, kita bisa putus harapan melihat kematian sebagai akhir segalanya bagi kita. Kedua, kita bisa menjadi ragu: antara kagum atau bingung dengan misteri kehidupan dan kematian, orang bisa juga kehilangan hukum ilahi dan keindahan kehidupan dan kematian. Ketiga, kita bisa terbuka pada gerbang harapan, kekuatan, kebenaran dan rahmat: di mana kita bisa melihat arti kehidupan ini walau harus melewati derita tapi ada jalan menuju sukacita. Seperti kata Paulus rasul “Jika kita menderita dan mati bersama Kristus, kita sungguh akan bangkit bersama Dia.” Hal yang ke tiga inilah sikap iman yang harus kita yakini sehingga kita tetap berjaga hingga Dia datang saat akhir hidup kita.
Kita berdoa:” Tuhan Yesus kami mau berjaga agar tidak terjerat saat Engkau datang. Kami mohon belaskasih-Mu bagi orang yang kami cintai dan telah berpulang agar mereka ada dalam pelukan kasih-Mu selamanya di surga. Amin.”
Salam dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
**Editor: Okto Klau
