
Romo Emanuel Kiik Mau, Pr (Sekretaris Komisi Liturgi Keuskupan Atambua)
Kitab Suci selalu memberi kesaksian bagaimana Yesus sungguh a man for others, a man of compassion, an abundant giver.
Hati Yesus terarah pada kemalangan orang. Ia menolong pada waktunya dan selalu secara melimpah.
Beda dengan para rasul Yesus. Mereka cenderung mulai dengan ragu, kuatir dan selalu memakai perhitungan manusiawi. Mereka terlalu bersandar pada kemampuan sendiri. Inilah yang membuat mereka pesimis, skeptis, lalu malah tertutup pada rahmat yang ada di genggaman mereka.
Yesus peduli. Ia menjadi wajah Allah yang memelihara, yang peduli, yang memberi. Ia memberi secara melimpah. Memuaskan. 7 bakul penuh. 7 itu angka penuh, angka yang sempurna.
Masa adven bisa menjadi masa menghitung-hitung berkat Tuhan sepanjang tahun liturgis yang lalu, sekaligus mensyukurinya.
Masa Adven menjadi undangan untuk berbagi berkat secara melimpah. Masa Adven mengundang kita untuk lebih rajin menerima pemeliharaan rohani Tuhan lewat Ekaristi, dari meja sabda dan meja kurban Yesus. Masa Adven menjadi kesempatan untuk lebih berani memberi diri untuk Tuhan dan sesama.
Dalam cerita Injil Sinoptik, Yesus mengambil, memberkati, memecahkan dan memberikan roti. Tanda cinta Yesus yang agung ini, menjadi peringatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Kita kenal A B C:
– Awalilah dengan apa yang ada.
– Bagikanlah dengan penuh sukacita.
– Cinta Tuhan yang akan menyempurnakannya.
Setiap kita sudah punya 5 roti:
– 5 jari tangan
– 5 jari kaki
– 5 indra
2 ikan:
– 2 mata
– 2 tangan
– 2 kaki
– 2 telinga.
Dalam Tuhan, yang biasa jadi luar biasa, yang kecil jadi besar, yang sederhana jadi penuh makna. Dalam nama Yesus, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, bukan?
Hari ini Gereja memperingati Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan Martir Indonesia. Dionisius putra sulung dari 10 bersaudara. Ayahnya berprofesi sebagai dokter dan nahkoda kapal. Dionisius tumbuh dalam keluarga yang saleh, rendah hati, iman yang teguh dan siap sedia berkorban.
Bruder Redemptus merupakan Bruder Karmelit. Ia menjadi mantan serdadu Portugis yang ditugaskan di Goa. Ia berasal dari keluarga petani miskin yang memeluk erat tradisi Kristiani.
Dionisius dan Redemptus adalah dua orang profesional dalam karya pelayaran dan militer. Namun pada akhirnya mereka berganti haluan dan hidup membiara sebagai Karmelit. Keduanya mati sebagai martir di Aceh. Mereka dibunuh oleh tentara kerajaan Aceh pada zaman Sultan Iskandar Tani karena iman mereka akan Kristus.
Tuhan Yesus, Engkau memberi tanpa batas, penuh dan melimpah. Berikanlah kami kebahagiaan dalam memberi lebih daripada dalam menerima. Beato Dionisius dan Redemptus, doakanlah kami. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat memasuki bulan Desember 2021 dengan sukacita. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa.
Romo Eman Kiik Mau Pr
