
Matius 11:16-17:”Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.”
Keluhan Yesus terhadap orang sebangsanya yang sudah melihat dan mengalami banyak hal yang dibuat Yesus tapi tidak ada satu pun yang terbuka hatinya untuk percaya kepada-Nya. Dengan kata lain mereka berperasaan tumpul. Sering dalam kebersamaan kita ada keluhan seperti itu karena ada yang tumpul perasaannya. Tidak ada rasa bersalah padahal sudah bersalah, tidak ada rasa kasihan, tidak ada rasa memiliki, tidak ada rasa tanggung jawab, dll. Dalam hal agama ada yang tumpul imannya. Hari minggu sibuk kerja dan tak menghiraukan hari Tuhan. Lonceng gereja yang memanggil tidak menyentuh hatinya, masa advent tidak menggugahnya untuk menyiapkan hati menyongsong hari raya Natal. Orang-orang tumpul rasa keagamaannya. Saya yakin sahabatku yang membaca renungan ini tidak demikian.
Walaupun demikian kita bertanggung jawab untuk menginjili mereka dengan cara apapun agar mereka memiliki hati yang terbuka pada bisikan Tuhan dalam hidupnya. Ini bagian dari menjadi gereja sinodal: berjalan bersama, mendengarkan dan beraksi.
Kita berdoa:” Tuhan Yesus keluhan-Mu dalam firman pagi ini menyadarkanku untuk terbuka hati bagi kasih Allah dalam hidupku. Lembutkan hatiku yang keras dan semoga aku pun boleh lewat caraku melembutkan hati sesamaku yang acuh terhadap kasih Bapa di surga. Amin.”
Salam dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
**Editor: Okto Klau
