
Sta. Lusia, Peran dan Martir Gereja
Hari ini Gereja memperingati Santa Lusia, Perawan dan Martir.
Santa Lusia pernah berkata, “Aku, hamba yang hina ini, seumur hidup tidak berbuat lain daripada menyampaikan kurban kepada Allah.”
Ia berjanji kepada Yesus bahwa ia tidak akan menikah dengan siapa pun, agar dapat menjadi milik Allah saja.
Santa Lusia, Perawan dan Martir, cahaya iman dan kemurnian, menjadi ungkapan syukur Gereja karena teladan kekudusan dan perjuangan hidupnya.
Menampilkan cahaya iman dan kemurnian dalam ketulusan hati merupakan warisan rohani dari Santa Lusia. Semoga melalui keluarga dan komunitas juga setiap kesempatan, hidup kita menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan iman dan kesaksian hidup yang memancar dari setiap pilihan hidup kita. Kiranya kita juga punya cinta membara akan Yesus, seperti Santa Lusia.
Santa Lusia, doakanlah kami. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
