Santa Angela Marici (dok.pribadi)
Ketika listrik padam, semua mencari lilin, senter, lampu minyak tanah. Kalau lampu minyak tanah, bila diisi sedikit, tentu nyalanya tidak akan maksimal dan cepat padam. Ketika diisi maksimal sesuai kapasitas tentu akan nyata terang. Senter juga sama ketika baterai baru tentu lebih terang dibanding bateri lama.
Hidup kita pun laksana pelita yang membawa terang di tengah kegelapan dunia. Dalam masa pandemi covid 19, banyak orang putus asa dan kehilangan harapan. Bagaimana nyala pelita kita? Apakah kehadiran kita mampu menjadi terang bagi sesama? Atau jangan sampai kita pun masih dalam kegelapan yang sama?
Yesus mengingatkan kita bahwa tidak ada pelita yang tersembunyi. Terang kita jangan hanya kita nikmati sendiri saja, namun kita harus menjadi terang bagi sesama. Selain itu, kita harus selalu membarui dan mengisi pelita hati kita dengan Tuhan sendiri.
Hari ini Gereja memperingati Santa Angela Merici, Perawan. Ia lahir di Desenzano del Garda, Lombardia, Italia Utara pada 21 Maret 1474. Sepeninggal ibunya, Angela bersama kakaknya dipelihara oleh pamannya. Saat itu Angela berusia 10 tahun. Bimbingan pamannya berhasil membentuk Angela dan kakaknya menjadi orang-orang yang patuh dan taat beragama.
Angela mendirikan sebuah perkumpulan di bawah perlindungan Santa Ursula. Ia juga membentuk sebuah ordo baru yang disebutnya Ordo Ursulin.
Santa Angela setia beriman teguh kepada Tuhan. Ia menyerahkan diri seutuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi.
Tuhan Yesus, teguhkanlah hati kami untuk mampu menjadi terang bagi sesama. Santa Angela Merici, doakanlah kami. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau Pr
