
Sumber gambar, bilabil.com
Pada umumnya, manusia suka yang bersih. Halaman rumah yang bersih, ruangan kerja yang bersih, dapur yang bersih, kamar makan yang bersih, pakaian yang bersih, dan seterusnya.
Sedangkan kekotoran sungguh tidak enak dipandang mata dan buat orang merasa tidak nyaman. Demikian pula, Tuhan menghendaki supaya semua orang bersih. Hal yang najis dan kotor tidak dikehendaki oleh Tuhan.
Dalam pandangan Tuhan, hal kotor atau najis dan bersih, sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal lahiriah dalam pandangan manusia. Kita pun bangga melihat petani yang rela kotor karena kerja, buruh yang rela kotor karena keringat dan debu, tukang yang rela kotor karena kerja dan seterusnya.
Tuhan juga bangga melihat manusia kotor karena perjuangan dan kerja keras. Akan tetapi, Tuhan tidak menghendaki manusia menjadi kotor akibat dosa. Tuhan tidak berkenan pada hati yang kotor karena niat yang tidak murni, karena pikiran yang jahat, atau karena keinginan yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Hal tersebut akan membuat manusia najis dan kotor sehingga tidak berkenan di hadapan-Nya. Yesus bersabda, “Semua hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang!”
Romo Eman Kiik Mau, Pr
