
The Greet city of Niniveh painting by Ruggero Giovannini (fineartamerica.com)
Kita sering mencari tanda untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Ada yang peka akan tanda. Ada yang tidak peka akan tanda. Ada yang cepat tergerak, ada yang sulit bergerak.
Tanda itu bisa berupa nasihat, teguran, juga bisa berupa peristiwa yang dialami sendiri atau kejadian yang didengar, dilihat, dibaca.
Kota Niniwe bertobat ketika mendengar seruan Allah yang disampaikan melalui mulut Nabi Yunus. Orang Niniwe percaya pada Allah. Mereka bertobat. Semuanya. Manusia dan ternak berselubung kain kabung dan berseru dengan suara keras kepada Allah.
Mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Melihat perbuatan mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat itu, Allah membatalkan rencana hukuman malapetaka kepada mereka.
Kerahiman Allah dilukiskan dalam kisah Yunus ini. Allah tidak ingin seorang pun binasa. Akan tetapi supaya setiap orang bisa bertobat, menerima pengampunan dan hidup kekal.
Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Dikaulah satu-satunya tanda paling agung yang menyelamatkan hidup kami. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
