.
Ilustrasi: Kompas.tv
Matius 14:23: “Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.”
Menyendiri untuk bertemu Allah dalam doa merupakan saat yang sangat menenangkan hati, saat yang sangat meneguhkan karena kita bertemu dengan Allah.
Saat berdoa dan bertemu dengan Allah ini adalah bagian dari situasi surga yang bisa kita alami selama kita masih di dunia ini.
Yesus memberikan teladan kepada kita, setelah Ia bekerja keras melayani orang Ia menyendiri untuk menimbah kekuatan dari Bapa-Nya sehingga segala yang dilakukan-Nya selalu dalam kerangka kehendak Allah.
Apakah dalam kesibukan pelayanan kita di rumah, di kantor, di toko, di Paroki, di kebun, dan lain-lain, kita menyempatkan waktu untuk berdoa?
Carilah waktu dalam hidupmu untuk bertemu dengan Allah agar hidupmu dipenuhi sukacita, bebanmu diberi arti yang baru dan apa yang kita kerjakan selalu dalam kerangka kehendak Allah.
Jangan menganggap remeh saat yang begitu indah dalam kesendirian kita bersama Tuhan dalam doa. Saat itu adalah saat di mana kita mendapat kekuatan yang dahsyat dalam hidup kita.
Mari kita mengikuti teladan Yesus karena dengan berdoa kita ada dalam hadirat Allah dan itu berarti kita ada dalam suasana surga. Mari belajar menyendiri dalam kesunyian dan berdoa.
Kita berdoa: “Tuhan Yesus ajarlah kami agar dalam aneka kesibukan kami, kami selalu ada waktu untuk menyendiri, tinggalkan kesibukan kami untuk berdoa. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
