
Basilika Lateran di Roma. Sumber: katolisitas-indonesia.blogspot.com
Yohanes 2:16-17: “Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
Setiap rumah doa adalah rumah tempat Allah hadir untuk mendengarkan keluh kesah umat-Nya. Untuk itu rumah doa jangan disalahgunakan untuk hal-hal duniawi tapi harus menjadi tempat orang bertemu dengan Tuhan.
Yesus yang membersihkan kenisah dari penyalahgunaannya sebagai tempat berdagang mengingatkan kita akan pentingnya gereja tempat kita berdoa. Bukan tempat ngobrol saat misa, atau saling sms dengan sesama di luar gereja, atau melakukan hal yang mengganggu sesama yang sedang berdoa.
Hari ini kita merayakan pentahbisan basilika Lateran, kathedralnya Uskup Roma, Paus. Di tempat ini ada kayu bekas St.Petrus merayakan ekaristi di atasnya. Mari kita satukan hati kita dan gereja kita dengan basilica Lateran di Roma tanda kesatuan kita.
Semoga kita sekalian dengan penuh hormat menggunakan gereja kita masing-masing tempat Allah hadir di tengah kita dan tempat kita menimbah kekuatan untuk tugas kita sehari-hari.
Kita berdoa: “Allah Bapa Engkau hadir bersama kami di gereja kami masing masing. Semoga semua keluh kesah dan pujian kami berkenan di hati-Mu. Demi Kristus Tuhan kami.Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
