Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bulan Mei sebagai Bulan Maria dan Pentingnya Berdoa Rosario
  • SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi
  • Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu
  • Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan
  • Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena
  • Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam
  • 62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah
  • Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Kerendahan Hati
Renungan Harian

Kerendahan Hati

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaDecember 22, 2022No Comments19 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

Selamat Hari Ibu. Sumber: ayovaksindinkeskdi.id

Mari kita merenungkan dan mendengarkan Sajak Taufik Ismail:

“Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit. Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau. Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil. Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air. Tidakkah semua kapten kapal memiliki awak kapalnya? Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah saja dirimu. Sebaik-baiknya, dari dirimu sendiri!”

Sajak Taufik Ismail ini memberikan inspirasi tentang makna kerendahan hati. Begitu pula dengan bacaan Kitab Suci hari ini.

Kidung Maria secara tradisional disebut Magnificat sesuai dengan kata pertamanya dalam bahasa Latin, yang menunjuk pada kedatangan Yesus. Kidung ini sangat kuat dipengaruhi oleh kidung yang dinyanyikan Hana, ibu Samuel, sesudah kelahiran anaknya lewat campur tangan Allah. Kedua kidung ini menunjukkan bahwa Allah menjunjung tinggi orang yang rendah hatinya.

Magnificat yang dilakukan oleh Maria adalah reaksi sukacita atas rencana Allah dalam hidupnya. Allah berkenan memanggil Maria menjadi sarana keselamatan-Nya, karena kerendahan hati Maria demi menyelamatkan manusia sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama.

Bunda Maria memuliakan Tuhan bukan karena Tuhan telah memperhatikan dia secara pribadi dalam keadaan yang lemah, miskin dengan status sosial yang rendah, akan tetapi karena Tuhan menolong Israel, karena Ia mengingat rahmat-Nya seperti yang dijanjikan-Nya kepada Abraham.

Kita semua bisa menulis Magnificat kita sendiri. Akan menarik untuk melihat bagaimana dengan pelbagai cara Allah campur tangan dalam hidup kita masing-masing. Seperti Bunda Maria yang murah hati, Allah dapat mengundang siapa saja dalam menjalankan misi penyelamatan-Nya bagi dunia tanpa memandang status sosial, jabatan, kedudukan, dan lain-lain.

Tuhan memakai kita untuk mewartakan kebaikan hati-Nya karena ketaatan dan kecintaan kita kepada Dia. Hendaklah kita bersikap rendah hati satu kepada yang lain.

Orang Indonesia merayakan Hari Ibu -Mother’s Day setiap 22 Desember. Ini adalah hari yang penting dan penuh arti. Hari untuk mendoakan dan mengenang jasa dari ibu kita masing-masing juga kalau ibu sudah meninggal dunia dan sudah berada di surga.

Setiap hari Ibu, kita diundang selalu untuk mengenang di dalam doa, juga setelah ibu dipanggil Bapa surgawi, doa-doa kita untuk ibu tidaklah terhenti.

Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.

Kita semua pasti tahu lagu sederhana ini. Dengan temponya yang lembut kita semua dinasihati bahwa kasih sayang seorang ibu tidak bisa terhitung oleh waktu dan berlangsung hingga akhir hayatnya. Dalam Kitab Suci, kita belajar dari pribadi Bunda Maria, seorang ibu yang rendah hati dan setia menemani anak-Nya dalam suka dan duka.

Kita juga punya sosok ibu dalam kehidupan nyata kita yang selalu menjaga dan mencintai kita. Dari kita kecil sampai hari ini, sang ibu selalu menemani kita ke mana pun kita pergi, juga selalu ada di saat kita susah maupun senang.

Bapa Suci Paus Fransiskus ketika merayakan Mother’s Day pernah mengatakan, “Hari Ibu merupakan momen yang selalu dirayakan. Jadi, mari kita ingat dengan rasa syukur dan kasih sayang bagi semua ibu, bahkan ibu kita yang sudah berada di surga.”

Oleh karena itu, marilah kita mengheningkan cipta sejenak. Kita ingat dengan rasa syukur dan kasih sayang bagi semua ibu yang telah berjasa bagi kehidupan manusia, juga ibu kita masing-masing, baik yang masih hidup maupun yang sudah berada di surga.

Jika pada hari ini mempersembahkan misa atau biasanya setia mengikuti misa harian, kenanglah ibu di altar, seperti yang telah dipesankan oleh Santa Monika kepada putranya Santo Agustinus, sebelum ia meninggal dunia, “Anakku, ingatlah selalu aku di Altar Tuhan!”

Mari kita belajar untuk mempunyai kerendahan hati seperti ibu-ibu kita di dunia, yang selalu menjaga dan merawat kita dari kecil sampai sekarang. Dan mari kita belajar juga rendah hati seperti Bunda Maria, yang selalu setia dan sabar dalam setiap suka dan duka yang dialami.

Selamat Hari Ibu. Janganlah lupa ucapkan “Selamat Hari Ibu” kepada sosok ibu dalam hidupmu!

Tuhan Allah kami, syukur kepada-Mu atas setiap berkat dan perlindungan kasih-Mu yang kami terima. Jadikanlah kami rendah hati penuh sukacita dalam menanti kedatangan-Mu yang menyelamatkan. Amin.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat merayakan Hari Ibu. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Bulan Mei sebagai Bulan Maria dan Pentingnya Berdoa Rosario

May 1, 2026

SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi

April 29, 2026

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam

April 27, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?