Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Manusia dan Sabat
Renungan Harian

Manusia dan Sabat

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaJanuary 17, 2023No Comments12 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sabat untuk manusia, bukan manusia untuk sabat. Sumber: hidupkatolik.com

 

Markus 2:27-28 (TB) Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

Yesus selalu berhadapan dengan sekelompok orang Farisi yang mencari cari sesuatu yang dibuat Yesus untuk dipersalahkan. Terutama hal yang selalu dibuat Yesus pada hari Sabat di mana ada aturan melarang melakukan sesuatu pada hari Sabat.

Tapi bagi Yesus saat ada sesuatu yang bisa dilakukan yang mendesak untuk menolong sesama maka aturan sabat boleh dibatalkan. Hari Sabat itu adalah hari selesailah segala yang dikerjakan Tuhan.

Hari Minggu adalah hari Tuhan yang bangkit di mana karya penebusan kita selesai. Karena itu kita menjadi tuan atas hari Sabat. Di hari itu kita tidak bisa lakukan sesuatu selain memuji Tuhan tapi kalau ada yang mendesak demi keselamatan sesama hari Sabat bisa di batalkan.

Bagaimana sikap kita terhadap aturan hari minggu? Sering tanpa alasan atau mencari-cari alasan orang tidak melaksanakan tugas peribadatannya. Tapi ada yang punya alasan kuat dan dapat dipertanggungjawabkan, meŕeka tidak dapat ke gereja untuk beribadat.

Kita berdoa: “Allah Bapa kami Engkau memberi kuasa untuk mengatur segalanya dalam ketaatan pada Firman-Mu. Bantulah kami agar kami tidak menutup diri kami juga terhadap sesama kami yang membutuhkan bantuan kami di saat kami harus melaksanakan hukum dan perintah-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.”
Salam dan doa,
P. VIncentius Wun, SVD

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?