
Mena, KeuskupanAtambua.org – Paroki Santa Filomena dan Serba-Serbinya di Usia ke-31 ; Sebuah Catatan Pastoral – Oleh: Rm. Yudelfianus Fon Neno, Pr

Hari ini, 11 Agustus 2025, Paroki Santa Filomena Mena memasuki usia pastoral yang ke-31. Momen ini tidak sekadar menjadi catatan angka, melainkan sebuah perayaan iman yang menyatu dengan pesta pelindung paroki, Santa Filomena.

Usia 31 tahun bagi sebuah paroki adalah usia kematangan pastoral, di mana sejarah, pelayanan, dan perkembangan umat berjalan seiring membentuk identitas bersama.

Data yang saya rangkum ini merupakan pengembangan dari pengamatan pribadi sebagai pelayan di paroki ini, dan juga dilengkapi oleh informasi yang disampaikan oleh Bapak Lukas Usboko (Ketua I DPP) dan Bapak Ota Tulasi (Sekretaris Paroki).

Sejak awal berdiri, Paroki Santa Filomena Mena telah bertumbuh pesat. Saat ini tercatat 3.017 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 17.786. Wilayah pastoralnya mencakup pusat paroki dan lima stasi: Oesoko, Unina, Fatke, Oekolo, dan Tainsala.

Di luar itu, pelayanan pastoral juga menjangkau Kapela Taesneni, Kapela Matabesi, dan Kapela Oebubun. Kehadiran pelayanan yang merata ini menjadi tanda bahwa Paroki Mena senantiasa berusaha dekat dengan umat di setiap sudut wilayahnya.

Pelayanan saat ini dijalankan oleh empat imam: Rm. John Seran Nahak, Pr (Pastor Paroki sekaligus Deken Dekenat Mena), Rm. Dius Nahas, Pr, Rm. Dens Nabu, Pr, dan saya sendiri. Ketiga imam ini dibantu oleh dua frater TOP: Fr. Valdy Hani dan Fr. Alfin Bria.

Dalam perjalanannya, paroki ini pernah dinahkodai oleh lima Pastor Paroki: Rm. Edmundus Sako, Pr; Pater Ande Hane; Pater Kornelis Dosi, SVD; Rm. Kanisius Oki, Pr; dan kini Rm. John Seran Nahak, Pr.

Menariknya, ada tiga frater yang pernah menjalankan TOP dari Paroki Mena, kini sudah menjadi imam yaitu Pater Sipri Wagung, SVD; Rm. Sonny Akoit, Pr; dan Rm. Yohanes Taeki Lae, Pr.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 7 Orang asal Paroki Mena yang telah menjadi imam yakni Pater Mateus Bitin Ro, Pater Leo Teme, SVD (Alm), Rm. Servas Balok, Pr (ex), RD. Benny Sanak, Pater Patris Batior, CMF, Rm. Yanner Uskenat, Pr, Pater Bene Uskuluan, dan Pater Frido Amnunuh. Selain ada itu ada sekitar belasan Frater yang sementara menempuh pendidikan calon imam dan puluhan suster yang tersebar di belahan dunia ini.

Dewan Pastoral Paroki juga mengalami regenerasi yang sehat. Lima ketua telah mengemban tanggung jawab, mulai dari Bapak Yohanes Taolin, Bapak Hironimus Neno, Bapak Yoseph Laku, Bapak Marselinus Usboko, hingga Bapak Lukas Usboko.

Jabatan sekretaris paroki pun pernah dipegang oleh Bapak Edu Tabenu, Bapak Maxi Manu, Bapak Lukas Usboko, dan kini Bapak Ota Tulasi. Tak kalah penting, ada daya dukung teknis yang setia seperti Om Mika (sopir) dan dua tenaga dapur, Ma Ti dan Ma Sia, yang dengan kehadiran mereka menjaga ritme pelayanan harian paroki.
Dari sisi pendidikan, paroki ini menjadi rumah bagi generasi yang belajar di 14 sekolah dasar, 7 sekolah menengah pertama, dan 3 sekolah menengah atas. Ada 39 lingkungan yang tersebar di sepuluh wilayah pedesaan yaitu Oepuah Induk, Oepuah Selatan, Oepuah Utara, Taesneni, Unina (Luniup), Matabesi, Humusu Oekolo, Oesoko, Fatke (Kaubele), dan Tainsala. Kehadiran sekolah dan lingkungan ini menjadi wadah formasi iman sekaligus pembinaan sosial kemasyarakatan.
Potensi alam Paroki Mena sangat melimpah. Lahan pertanian, persawahan, peternakan, perkebunan, kelautan, dan perikanan, bahkan tambak ikan menjadi sumber kehidupan umat. Produk lokal seperti garam, sopi, kain tenun, dan beras merupakan kebanggaan tersendiri.
Keberadaan Bendungan Mena menjadi penopang utama persawahan, sedangkan hobi bola voli menunjukkan dinamika olahraga di tengah umat.
Dalam bidang kategorial, kelompok OMK, THS-THM, Legio Maria, dan Karismatik menjadi motor penggerak kehidupan rohani. Partisipasi umat terus meningkat, baik dari tingkat KUB, lingkungan, hingga stasi. Salah satu indikator nyata adalah kemajuan pembangunan gedung gereja pusat yang saat ini sudah mencapai 32 persen.
Peningkatan semangat berderma dan berkontribusi juga terlihat dari keseriusan DPP/DKP, Ketua Lingkungan, dan Ketua KUB dalam mengelola administrasi dan urusan umat dengan baik.
Melihat perjalanan ini, kita perlu bersyukur bahwa Paroki Santa Filomena Mena telah menempuh jalan panjang sebagai komunitas yang hidup, dinamis, dan terbuka.
Tugas serius ke depan ialah menjaga semangat persaudaraan, menguatkan formasi iman, serta terus membangun komitmen untuk mewujudkan visi Gereja yang hidup dari Ekaristi dan diutus ke tengah dunia
Semoga usia ke-31 ini menjadi momentum untuk semakin dewasa dalam iman dan semakin tangguh dalam pelayanan.
