
MENA — KeuskupanAtambua.org – Orang Muda Katolik atau OMK se-Dekenat Mena akan menggelar Pameran Ekonomi Kreatif dalam rangka memeriahkan Hari Raya Hati Kudus Yesus, Pelindung Dekenat Mena. Kegiatan ini akan berlangsung di Pusat Dekenat Mena dan dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Timor Tengah Utara pada tanggal 8 Juni 2026.
Pameran Ekonomi Kreatif tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan Hari Raya Hati Kudus Yesus yang akan berpuncak pada 12 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan OMK dari paroki-paroki se-Dekenat Mena sebagai peserta utama.
Melalui pameran ini, OMK diberi ruang untuk menampilkan kreativitas, potensi lokal, serta semangat kewirausahaan muda Katolik. Produk-produk yang akan dipamerkan berasal dari kekayaan lokal masing-masing paroki, baik berupa hasil olahan pangan, kerajinan tangan, produk pertanian, makanan tradisional, maupun karya kreatif lainnya.
Selain menjadi ruang promosi produk lokal, pameran ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan karakter OMK agar semakin mandiri, kreatif, bekerja sama, dan mampu membaca peluang ekonomi di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari para moderator OMK di paroki-paroki. Dua di antaranya adalah Romo Marten Nahak, Moderator OMK Paroki Manamas, dan Romo Vence Bria, Moderator OMK Paroki Manumean. Keduanya menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan pameran tersebut bersama OMK masing-masing.
Romo Marten Nahak menegaskan bahwa OMK Paroki Manamas telah mulai melakukan persiapan dengan semangat kebersamaan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi OMK untuk menunjukkan bahwa orang muda tidak hanya hadir dalam kegiatan rohani, tetapi juga mampu bergerak dalam bidang ekonomi kreatif.
“Kami dari Paroki Manamas siap menyukseskan Pameran Ekonomi Kreatif ini. Bersama OMK, kami akan mengerahkan kekuatan yang ada. Persiapan sudah mulai dilakukan, terutama dengan mengidentifikasi produk-produk lokal yang bisa dibawa dan dipamerkan. Kami ingin agar OMK tampil percaya diri, konsisten, dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar,” ungkap Romo Marten.
Ia menambahkan, produk-produk lokal yang akan dibawa menjadi tanda bahwa setiap paroki memiliki kekayaan dan keunikan masing-masing. Karena itu, pameran ini tidak hanya dilihat sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama.
“Harapan kami, pameran ini dapat membuka wawasan OMK untuk mencintai produk lokal, mengembangkannya, dan menjadikannya sebagai peluang ekonomi. Semoga kegiatan ini juga memperkuat persaudaraan OMK se-Dekenat Mena,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Romo Vence Bria, Moderator OMK Paroki Manumean, juga menyampaikan komitmen untuk mendukung penuh kegiatan tersebut. Ia menilai Pameran Ekonomi Kreatif merupakan bentuk konkret keterlibatan OMK dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.
“Kami dari Paroki Manumean siap sukseskan kegiatan ini. OMK akan kami dorong untuk terlibat aktif, mulai dari persiapan, pengumpulan produk lokal, penataan stan, sampai pada pelayanan selama pameran berlangsung. Ini kesempatan baik bagi OMK untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan menampilkan kreativitas mereka,” kata Romo Vence.
Menurut Romo Vence, konsistensi peserta menjadi salah satu hal penting dalam menyukseskan kegiatan pameran. Karena itu, OMK diharapkan tidak hanya hadir pada saat pembukaan, tetapi tetap menjaga semangat dan keterlibatan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Pameran ini harus menjadi ruang kesaksian. OMK perlu menunjukkan semangat, ketekunan, dan rasa memiliki terhadap kegiatan Gereja. Produk-produk lokal yang dibawa bukan hanya barang jualan, tetapi juga bagian dari identitas, kerja keras, dan kekayaan masyarakat kita,” tegasnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik bagi pengembangan ekonomi kreatif OMK di paroki-paroki. Dengan demikian, OMK tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga pelaku perubahan yang mampu menggerakkan potensi lokal.
Pameran Ekonomi Kreatif OMK se-Dekenat Mena ini diharapkan menjadi salah satu warna khas dalam perayaan Hari Raya Hati Kudus Yesus tahun 2026. Semangat iman, persaudaraan, kreativitas, dan cinta terhadap produk lokal diharapkan berpadu dalam satu gerakan bersama untuk memuliakan Hati Kudus Yesus, Pelindung Dekenat Mena.
oleh Yudel Neno
