
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Mulai Bahagia di Dunia, Sempurna di Surga – oleh Rm. Sixtus Bere,Pr

Renungan
Sabda bahagia sering kali dipahami hanya sebagai janji surgawi, seolah kebahagiaan baru akan dirasakan setelah kematian. Namun, Yesus justru menegaskan bahwa kebahagiaan itu dimulai sejak kita hidup di dunia. Orang suci bukanlah sosok yang melarikan diri dari realitas, melainkan pribadi yang menemukan sukacita dalam keseharian, meski penuh tantangan. Kekudusan adalah kebahagiaan yang berakar pada iman, yang sudah dirasakan di bumi dan disempurnakan di surga.
Kita melihat teladan nyata dalam hidup para kudus. Santo Fransiskus Assisi dan Ibu Teresa menunjukkan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk bersukacita. Justru di tengah penderitaan, mereka memancarkan kebahagiaan yang lahir dari hati yang bebas. Demikian pula kelembutan dan cinta damai yang ditunjukkan oleh Santo Fransiskus dari Sales, serta kecintaan pada kebenaran yang diteladankan oleh Santo Thomas Aquinas dan Santo Agustinus.
Kebahagiaan juga tampak dalam belas kasih dan pengorbanan. Santa Elisabet, Santa Maria Goretti, hingga para martir menunjukkan bahwa kemurnian hati, ketulusan, dan kesetiaan pada Kristus adalah jalan menuju kebahagiaan sejati. Mereka membuktikan bahwa sabda bahagia bukanlah teori, melainkan hidup yang nyata.
Menjadi kudus di zaman ini bukan berarti menyalin cara hidup para kudus secara kaku, melainkan menghayati sabda Yesus dalam konteks modern. Kita dipanggil untuk membawa damai, menyalakan kasih, dan mewartakan Injil di tengah dunia yang majemuk. Gereja menegaskan bahwa “kaum bahagia” adalah mereka yang setia menghidupkan kasih Kristus, mulai dari dunia ini hingga kesempurnaannya di surga.
Niat
Hari ini, aku ingin hidup bahagia dengan kesetiaan pada sabda Tuhan, memancarkan kasih dan damaiNya kepada sesama.
Doa
Ya Bapa yang penuh kasih, ajarlah aku untuk menemukan kebahagiaan sejati dalam sabda-Mu. Semoga aku meneladani para kudus dengan hati yang rendah, penuh damai, dan setia dalam pengorbanan. Jadikan hidupku terang Kristus bagi sesama, agar kebahagiaan di dunia ini berbuah sempurna di Surga. Amin
Editor – Yosef Hello, Published by Yudel Neno

