
Paus Fransiskus mengatakan, “Kebahagiaan tidak dapat diunduh dari internet!”
Ungkapan ini senada dengan kebijaksanaan tua yang berkata, “Uang tidak dapat membeli kebahagiaan!”
Hari ini Tuhan Yesus mengajak kita beranjak dari ilusi kebahagiaan yang ditawarkan oleh dunia materi. Istilah “mamon” kiranya bukan hanya menunjuk pada soal uang, melainkan juga semua berhala dunia materi yang mengikat manusia untuk merasa cukup dengan kesementaraan. Yesus sodorkan dua hal untuk dipilih: Allah atau Mamon?
Kekuatan uang dan materi memang sangat menarik dan mampu meyakinkan kita bahwa tanpa materi kita tidak bisa bahagia, bahkan tidak bisa hidup. Tuhan Yesus juga tidak minta kita untuk meninggalkan uang dan materi begitu saja. Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk waspada terhadap keterikatan.
Allah mengundang kita memilih keabadian dan mengikuti kehendak-Nya. Hanya persahabatan dengan Allah yang menuntun setiap orang menuju sukacita dan kebahagiaan sejati.
Dalam dunia materialistis dan konsumeris ini, kita mohon kekuatan Roh Allah untuk memampukan kita memilih Allah dan bukan Mamon.
Santa Teresa Avilla pernah berkata, “Solo Basta Dios” – “Tuhan saja Cukup!”
Tuhan, tuntunlah kami untuk senantiasa memilih Dikau di atas segala-galanya. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat akhir pekan. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa
Romo Eman Kiik Mau, Pr
**Editor : Okto Klau
Trending
- Menjadi Imam dengan Paradigma Kosmopolitan dan Daya Dobrak Melampaui Sekat
- Ketika Teologi tentang Salib Berpuncak secara Misioner pada Kesetiaan di Bawah Kaki Salib
- Iman yang Berbuah Kasih
- Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih
- Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut
- Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua
- Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38
- Kristus Tanda Keselamatan
