Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Belaskasih Tak Terbatas
Renungan Harian

Belaskasih Tak Terbatas

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 21, 2021No Comments8 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


Bacaan I: Ef 4:1-7.11-13
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5
Bacaan Injil: Mat 9:9-13

Belas kasih dan kerahiman Allah kepada manusia yang berdosa tak terbatas. Dia selalu mencari dan menyapa dengan penuh cinta setiap orang yang telah menjauhkan diri dari-Nya. Dia selalu membuka tangan dan mengampuni orang-orang berdosa yang sungguh mau bertobat.

Bacaan Injil hari ini menegaskan tentang disposisi batin Yesus terhadap orang-orang berdosa melalui peristiwa perjumpaan dengan Matius si pemungut cukai. Menurut pandangan orang pada waktu itu, pemungut cukai identik sebagai pendosa. Mereka dianggap pengkhianat bangsa yang memeras rakyat sendiri demi penjajah dan meraup keuntungan diri sendiri. Mereka disamakan dengan orang yang mengidap penyakit kusta! Sehingga, mereka ditolak, diasingkan, bahkan dikucilkan.

Namun, Yesus mau menyapa Matius si pemungut cukai dengan kasih. Bahkan dia dianugerahi panggil istimewa untuk mengikuti-Nya. “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku’ Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” (Mat 9:9).

Hal itu mau menunjukkan sikap batin Yesus terhadap pendosa. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit … Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat 9:12-13).

Yesus tidak menyingkirkan dan mengasingkan orang berdosa. Dia tidak menghindar dan mengabaikannya. Justru sebaliknya, Dia menyapa, merangkul dan mentobatkan mereka dengan penuh kasih.

Matius sungguh mengalaminya. Sapaan kasih-Nya membuahkan pertobatan. Matius meninggalkan pekerjaannya dan menjadi Rasul yang setia. Dia memberikan diri dan menjadi saksi Kristus yang penuh dengan Roh.

Rahmat panggilan Matius menyadarkan kita akan rahmat panggilan kita sendiri. Tuhan Yesus memanggil kita sesuai dengan keadaan kita masing-masing. Ia memanggil kita secara personal, tidak seorangpun bisa mengintervensi rahmat panggilan itu.

Kita dipanggil dalam situasi keberdosaan. Kita dipanggil dari kondisi yang tidak sempurna. Namun, panggilan itu mentransformasi kita menjadi hidup yang penuh rahmat.

Oleh karena itu, marilah selalu membuka hati terhadap panggilan Tuhan. Kita dengan rendah hati menyadari kedosaan, bertobat, memperbaharui diri dan ambil bagian dalam pewartaan Injil.

Tuhan memberkati n Ave Maria!
Romo Frans Katino, Pr
**Renungan ini dapat dibaca juga dalam blog berikut : https://myoasissabda.blogspot.com/2021/09/belaskasih-tak-terbatas.html?m=1
***Editor : Okto Klau

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?