Refleksi Imamat ini pada akhirnya memperlihatkan satu benang merah yang sangat kuat: Paskah hanya dapat dipahami dengan benar bila kembali ke pusatnya, yakni Kristus Sang Imam dan Kurban. Dari Dia, para imam belajar arti persembahan, ketaatan, pengosongan diri, dan pelayanan yang menyelamatkan. Karena itu, menjelang Paskah, para imam diingatkan untuk tidak hanya mempersiapkan upacara, tetapi lebih-lebih mempersiapkan diri. Sebab liturgi akan menjadi hidup bila imam yang merayakannya sungguh hidup dari misteri yang ia rayakan.
Trending
- 274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan
- 28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti
- Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan
- Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari
- Paroki Naekake Gelar Giat Animasi dan Pendampingan Lektor
- Peserta Diklat Kesekretariatan Kembali Bersemangat lewat Sesi Ice Breaking di Emaus
- Bekali Sekretaris Paroki Se-Keuskupan Atambua Keterampilan Menulis Berita, Ini Kata Romo Yudel Neno
- Sekretaris Paroki se-Keuskupan Atambua Antusias Ikuti Diklat Kesekretariatan
