Refleksi Imamat ini pada akhirnya memperlihatkan satu benang merah yang sangat kuat: Paskah hanya dapat dipahami dengan benar bila kembali ke pusatnya, yakni Kristus Sang Imam dan Kurban. Dari Dia, para imam belajar arti persembahan, ketaatan, pengosongan diri, dan pelayanan yang menyelamatkan. Karena itu, menjelang Paskah, para imam diingatkan untuk tidak hanya mempersiapkan upacara, tetapi lebih-lebih mempersiapkan diri. Sebab liturgi akan menjadi hidup bila imam yang merayakannya sungguh hidup dari misteri yang ia rayakan.
Trending
- SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi
- Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu
- Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan
- Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena
- Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam
- 62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah
- Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua
- Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi
