Refleksi Imamat ini pada akhirnya memperlihatkan satu benang merah yang sangat kuat: Paskah hanya dapat dipahami dengan benar bila kembali ke pusatnya, yakni Kristus Sang Imam dan Kurban. Dari Dia, para imam belajar arti persembahan, ketaatan, pengosongan diri, dan pelayanan yang menyelamatkan. Karena itu, menjelang Paskah, para imam diingatkan untuk tidak hanya mempersiapkan upacara, tetapi lebih-lebih mempersiapkan diri. Sebab liturgi akan menjadi hidup bila imam yang merayakannya sungguh hidup dari misteri yang ia rayakan.
Trending
- Sambut Baru di Paroki St. Bernardus Naekake: 72 Anak Melangkah dalam Sukacita Ekaristi
- Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
- Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
- Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
- Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
- Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
