Sumber: katakandenganbuku.blogspot.com


Mengikuti tradisi Yahudi, Yesus melihat bahwa perkawinan itu merupakan persekutuan hidup antara dua orang yang berbeda jenis kelaminnya sehingga mereka bukan lagi dua melainkan satu. Persekutuan hidup yang telah diikat itu bersifat monogami. Cinta hanya bisa terjaga dalam penyerahan diri seorang suami kepada istrinya atau sebaliknya.

Ciri lain dari perkawinan ialah ketidakceraian. Yesus menolak perceraian walaupun Hukum Taurat memperbolehkan adanya perceraian. Persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan itu harus dijaga di dalam kesetiaan yang kokoh. Tidak ada alasan pun untuk bercerai. Yesus bersabda, “Apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan manusia!” Mat 19:6. Allah mengikat perkawinan itu sehingga tidak ada alasan untuk bercerai.

Kesetiaan merupakan salah satu aspek keutamaan. Kesetiaan berarti keteguhan hati, ketaatan dan kepatuhan. Keutamaan merupakan suatu kecenderungan yang tetap dan teguh untuk melakukan yang baik, KGK 1803. Keutamaan dapat dicapai dengan latihan yang penuh pengabdian dan tetap.

Yesus mengajarkan agar setiap orang memperoleh keselamatan kekal. Keselamatan itu hanya ada pada Yesus sebagai jalan dan tujuan keselamatan. Setiap orang dipanggil untuk memperoleh keselamatan. Inilah panggilan seorang murid. Undangan untuk menjadi seorang murid dapat ditanggapi dengan pelbagai cara sesuai identitas dan tanggung jawab masing-masing. Apa yang dibutuhkan dalam setiap jawaban ialah kesetiaan. Setia menghidupi dan menyatakan iman sesuai panggilan kemuridan dalam pelbagai bentuk dan cara. Allah telah menyatakan kesetiaan-Nya dalam pelbagai anugerah hidup.

Cinta, kesetiaan dan komitmen penting dalam diri seorang murid Yesus. Tuhan memanggil kita untuk setia dalam komitmen ini. Kesetiaan itu membutuhkan rahmat Allah.

Ya Allah, Engkau menghendaki agar perkawinan itu kekal abadi dalam tali kesetiaan suami istri. Berkatikah keluarga-keluarga Katolik agar mereka setia, seia sekata sebagai suami istri. Amin.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr

SHARE