
Jakarta, 2 Desember 2025 — KeuskupanAtambua.org – Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Bapak Albertus Tryatmojo, secara resmi menutup kegiatan revisi dan penyusunan buku mata pelajaran keagamaan untuk Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) yang berlangsung di Ruangan Sabang, A-One Hotel Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian penyusunan dua buku mata pelajaran—Pastoral Katekese dan Sejarah Gereja—serta revisi tiga buku khas SMAK, yakni Dogma, Kitab Suci, dan Liturgi.

Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan apresiasi dan proficiat kepada para guru yang telah bekerja keras selama empat hari penuh, sejak 29 November. Beliau menegaskan bahwa kerja kolaboratif tersebut tampil sebagai buah dari semangat Sinodal, sekaligus bentuk nyata komitmen untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi sebagaimana diarahkan oleh Menteri Agama dan Dirjen Bimas Katolik. Ia berharap kolaborasi antarguru dan antar-SMAK ini terus dirawat demi mendongkrak mutu pendidikan Katolik di Indonesia.

Kegiatan penyusunan dan revisi buku ini diikuti oleh 14 peserta dari 11 SMAK se-Indonesia, mewakili sekolah-sekolah negeri maupun swasta. Para peserta berasal dari: SMAK Santo Eugenius Purwokerto (RP. Yohanes Damianus, OMI, SS.M.Hum., STL), SMAK Negeri Ende (Kristianus Sina, S.Fil dan Yosef Rayo, S.Ag), SMAK Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo (RD. Kristoforus Ramlino, S.Fil., M.Th., M.Pd), SMAK Seminari Mario John Boen Pangkal Pinang (Maria Margareta dan Gregorius Gilberto Casadei, M.Fil), SMAK Negeri Samosir (Aris Pratama Sihaloha, S.Pd), SMAK Bhakti Luhur Malang (Sr. Helena Gulo, M.Ag dan Br. Emanuel Laga, S.Ag), SMAK Negeri Keerom (RP. Maryanus Koba Toyo, Lic. Theol), SMAK Santa Filomena Mena (Rm. Yudelfianus Fon Neno, Pr), SMAK Santo Stefanus Ketang (Adolfus Dasan, S.Fil) SMAK Santo Aloysius Palangka Raya (Montanus Ato, S.Fil., B.Th), SMAK Santo Dominikus Tambolaka (Yohana Peda Maraka, S.Pd).

Kelima mata pelajaran yang menjadi fokus penyusunan dan revisi merupakan mata pelajaran khas SMAK, yang saat ini tersebar di 48 sekolah di seluruh Indonesia, terdiri dari 5 sekolah negeri dan 43 sekolah swasta. Penyusunan kembali buku-buku ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas pendidikan keagamaan Katolik, sekaligus menyelaraskannya dengan arah kebijakan nasional mengenai kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi.

Selain menghasilkan draft awal buku-buku pelajaran tersebut, kegiatan ini juga menjadi ruang persaudaraan dan penguatan kapasitas bagi para guru SMAK dari berbagai daerah. Para peserta saling bertukar pengalaman, bertukar gagasan, dan memperkaya perspektif untuk memperkuat mutu pembelajaran di sekolah masing-masing.

Targetnya, seluruh proses penyusunan dan revisi buku selesai pada Februari 2026, dan diluncurkan secara nasional pada Juni 2026 sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru. Untuk memastikan mutu dan kontrol pekerjaan, Ditjen Bimas Katolik akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara daring.

Dengan ditutupnya kegiatan ini, para peserta kembali ke daerah masing-masing membawa semangat baru untuk menghidupkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi, serta memperkokoh visi pendidikan Katolik yang humanis, ekologis, dan selaras dengan arah Gereja dan bangsa.
Oleh Romo Yudel Neno, Pr
