
Ilustrasi doa Bapa Kami dari indozone.id
Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid punya struktur yang menarik.
Doa diawali dengan pujian atau pengakuan atas kemuliaan Tuhan dan harapan akan datang kerajaan-Nya. Kemudian baru diikuti oleh satu rangkaian permohonan agar Tuhan memenuhi kerinduan umat manusia.
Doa Bapa Kami adalah model doa yang sangat mendalam. Kita memperhatikan semua dimensi kehidupan:
– Masa Kini:
Kita mohon rezeki setiap hari.
– Masa Lampau:
Kita mohon ampun atas dosa yang telah kita lakukan.
– Masa Depan:
Kita mohon agar dibebaskan dari cobaan.
Selain itu, Doa Bapa Kami punya dimensi sosial. Kita berdoa bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang lain.
Dalam Doa Bapa Kami, kita gabungkan 3 unsur berikut ini:
– Memuliakan Tuhan.
– Menyerahkan diri ke dalam penyelenggaraan Tuhan.
– Solider memperhatikan nasib sesama manusia.
Doa Bapa Kami istimewa, karena diajarkan oleh Yesus sendiri. Doa ini memuat ungkapan-ungkapan yang seharusnya disampaikan manusia pada Allah sebagai Bapa. Doa ini juga menjadi contoh dan pola untuk doa-doa lainnya yang secara spontan disampaikan kepada Allah.
Semoga degan setiap kali kita mendoakan doa Bapa Kami, kita semakin terbentuk menjadi pribadi yang rendah hati di hadapan Allah, senantiasa memuji dan bersyukur atas segala kebaikan-Nya, menyadari kelemahan dan kerapuhan diri dalam menghadapi cobaan dari yang jahat, serta terus berjuang agar menjadi pribadi yang mudah untuk mencintai dan mengampuni sesama.
Doa bukan sebuah konsep apalagi hafalan. Doa adalah ungkapan hati karena kedekatan relasi dengan Tuhan yang perlu dibiasakan terus-menerus. Mari kita terus belajar dan membiasakan diri untuk berdoa mulai hari ini.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
