Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi
  • Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu
  • Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan
  • Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena
  • Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam
  • 62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah
  • Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua
  • Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Pendidikan»Finalisasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi via Zoom, Ini Kata Romo Budi Purnomo
Berita Pendidikan

Finalisasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi via Zoom, Ini Kata Romo Budi Purnomo

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaJune 3, 2025No Comments78 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, 3 Juni 2025 – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kementerian Agama Republik Indonesia, menyelenggarakan finalisasi modul ajar Kurikulum Cinta dan Ekoteologi untuk Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) secara virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa, 3 Juni 2025 pukul 09.00 WIB (10.00 WITA). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, salah satunya Rm. Aloysius Budi Purnomo, Pr, Sekretaris Komisi Hubungan antar Agama dan Kepercayaan (KOM-HAK) yang dikenal sebagai tokoh penting dalam gerakan ekoteologi di Indonesia.

Dipandu oleh moderator Ibu Joice, kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif untuk mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan ekologi dalam sistem pembelajaran SMAK. Dalam pengantarnya, Ibu Joice menjelaskan bahwa kurikulum cinta dan ekoteologi merupakan inisiatif langsung dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, yang ingin agar nilai-nilai tersebut diajarkan secara sistematis kepada generasi muda, khususnya kelas X SMAK dan sekolah-sekolah menengah pada umumnya.

Dalam paparannya, Rm. Aloys Budi Purnomo, atau yang akrab disapa Romo Budi, menggarisbawahi akar historis Kurikulum Cinta yang bermula dari perjumpaan Menteri Agama dengan Paus Fransiskus. “Dari perjumpaan itu mengalir cinta yang besar, yang diterima dan diberikan. Maka kurikulum ini bukan sekadar pengetahuan, tapi perjumpaan dan pewartaan cinta yang sejati,” ujarnya penuh semangat.

Lebih jauh, Romo Budi menekankan bahwa ekoteologi adalah bentuk cinta yang utuh berupa cinta kepada Allah, kepada sesama manusia, dan kepada seluruh ciptaan. Ia mengingatkan bahwa semua agama sejatinya memiliki ajaran yang mendorong cinta terhadap lingkungan hidup. “Saat dua orang atau lebih mewartakan ekoteologi dalam semangat sinodalitas, itu menjadi perjumpaan religius yang bermakna,” tegasnya.

Menurut Romo Budi, dasar dari krisis ekologi dewasa ini adalah dominasi pandangan antroposentrisme yang keliru. “Krisis lingkungan adalah buah dari dehumanisasi. Namun Gereja hadir dengan pandangan integratif: iman yang diwujudkan melalui sikap ramah lingkungan demi bonum commune atau kebaikan bersama,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pertobatan ekologis sebagai fondasi dalam menghidupi ekoteologi. Tiga langkah pertobatan tersebut adalah: pertama, memahami krisis bumi sebagai rumah bersama; kedua, mengacu pada Injil sebagai kabar sukacita tentang pertumbuhan dan kehidupan; dan ketiga, menyadari dampak buruk dari eksploitasi besar-besaran yang dilakukan manusia.

Romo Budi kemudian memperkenalkan gagasan ekoteologi interreligius, yakni pemahaman bahwa segala sesuatu saling terhubung: Tuhan, manusia, sesama, dan alam semesta. “Ekoteologi kita tidak eksklusif, tapi solider—ada semangat solidaritas ekoteologi lintas agama,” katanya.

Menutup paparannya, Romo Budi mengingatkan tentang perlunya perlawanan penuh kasih terhadap sikap eksploitatif dan otoritarian. “Berjuang tanpa membenci adalah bentuk spiritualitas ekoteologis. Menanamkan sikap ini memang tidak mudah, tetapi inilah panggilan kita,” tandasnya. Dalam kaitannya dengan local wisdom (kebijaksanan lokal dalam kiprah ekoteologi), Rm. Budi menegaskan tentang penting sinergitas dan sinodalitas.

Sesi diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai tanggapan, komentar, dan pertanyaan dari para guru mata pelajaran Doktrin dan Moralitas Kristiani yang antusias menggali lebih dalam penerapan konkret kurikulum ini di kelas. Antusiasme para pendidik ini menjadi tanda awal yang baik bagi implementasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi secara menyeluruh di lingkungan pendidikan Katolik.

Oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi

April 29, 2026

Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam

April 27, 2026

62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah

April 27, 2026

Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua

April 27, 2026

Usai Panen Jagung, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan Lahan untuk Tanam Lombok

April 11, 2026

Ekaristi Hari Praeses di Lalian Teguhkan Kebersamaan sebagai Jalan Pembinaan

March 31, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi

April 29, 2026

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam

April 27, 2026

62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah

April 27, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?