
LALIAN, 15 Februari 2026 — KeuskupanAtambua.org – Siswa kelas X SMA Swasta Seminari Lalian menggelar kegiatan akademik berupa presentasi makalah bertajuk “Pentingnya Literasi bagi Seminaris” di Aula Lama Seminari Lalian, Minggu (15/02/2026) pukul 09.00–10.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari program akademik terjadwal yang diinisiasi kelas X untuk mengisi minggu ketiga dan minggu kelima sebagai hari khusus pengembangan intelektual.

Presentasi perdana ditanggung oleh kelas X.1, sementara kelas X.2 dan X.3 dijadwalkan menjadi pemateri pada kesempatan berikutnya. Dalam makalah yang dipaparkan, siswa kelas X.1 menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sarana formasi integral bagi seminaris. Literasi dinilai membantu memahami Kitab Suci dan ajaran Gereja secara lebih mendalam, sekaligus melatih daya pikir kritis, memperluas wawasan, serta membentuk karakter reflektif dan bertanggung jawab sebagai calon imam.

Rangkaian acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin Fajar Bria, dilanjutkan sambutan dari pendamping kelas X, Rm. Stefanus Seran, Pr. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang konsisten dan berkelanjutan di lingkungan seminari.
Diskusi berlangsung dinamis dan partisipatif. Tiga siswa—Alfa Kaesnube, Arsen Atitus, dan Reno Bria—bertindak sebagai penanggap utama, menyampaikan sanggahan dan pendalaman atas isi makalah. Selain itu, peserta lain juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Antusiasme peserta terlihat dari intensitas dialog yang berkembang, mencerminkan keinginan kuat untuk memahami urgensi literasi dalam proses pembinaan diri.
Menutup sesi diskusi, Fr. Vincentius de Paulo Kono memberikan sejumlah catatan kritis sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas forum ilmiah ke depan. Pada bagian akhir kegiatan, Rm. Stefanus Seran, Pr kembali menegaskan makna literasi serta relevansinya bagi seminaris dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman dan pelayanan Gereja di masa mendatang.
Kegiatan ditutup dengan doa penutup oleh Redem Hale pada pukul 10.30 WIB. Secara umum, acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat belajar. Diharapkan kegiatan akademik ini semakin mendorong pertumbuhan intelektual, spiritual, dan karakter para siswa seminari.
Penulis: Adam Natalino Teme & Ogilbertus Hendra Mau Loko, Editor: Rm. Yudel Neno, Pr
