Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih
  • Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut
  • Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua
  • Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38
  • Kristus Tanda Keselamatan
  • TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.
  • Undangan Terbuka
  • Kebahagiaan Sejati: Lebih Dari Sekedar Hubungan Darah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Hari Studi KAYD III, Panitia Hadirkan Narasumber Multiperspektif
Berita Keuskupan Atambua

Hari Studi KAYD III, Panitia Hadirkan Narasumber Multiperspektif

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 18, 2025No Comments280 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

(Disusun Tim Komsos Panitia – diedit Rm. Yudel Neno, Pr)

Kefamenanu, Rabu, 17 September 2025 – KeuskupanAtambua.org – Hari studi Keuskupan Atambua Youth Day (KAYD) III yang digelar Rabu, 17 September 2025 di Aula Dekenat Kefa, Paroki Santa Theresia Kefamenanu, menghadirkan 1.122 peserta dari 62 paroki. Sejak pagi, semangat para Orang Muda Katolik (OMK) terasa mengalir ketika mereka memasuki ruang utama. Panitia merancang format panel talkshow agar setiap materi lebih komunikatif dan memberi ruang bagi peserta untuk berdialog. Para pemantik, Ibu Aty Mabilani dan Ibu Vivin, dengan cekatan menjaga alur diskusi sehingga suasana akademik terasa hidup namun bersahabat.

Sesi pertama dibuka oleh Ibu Suratmi Hamida, Kepala BP3MI NTT. Ia mengangkat topik tentang migran-perantau prosedural bagi OMK. Tantangannya jelas: banyak kaum muda tergoda jalur cepat dan tidak aman ketika ingin merantau. Solusi yang ditawarkan bersifat teoritis sekaligus praksis: membekali diri dengan literasi prosedur migrasi, melatih keterampilan sesuai kebutuhan pasar, dan mengandalkan jejaring legal yang memayungi hak-hak pekerja migran. Bagi Ibu Suratmi, keberanian melangkah mesti disertai perencanaan matang agar peziarahan hidup OMK tidak berakhir dalam jerat perdagangan orang.

Masih dalam sesi awal, Kasat Reskrim Polres TTU memaparkan data aktual tentang tindak pidana yang melibatkan orang muda. Ia menekankan bahwa banyak kasus bermula dari penggunaan media sosial yang tidak terkendali, konsumsi alkohol, dan gengsi kelompok. Tantangan bagi OMK adalah mengelola kebebasan secara bertanggung jawab. Solusinya: memperkuat edukasi hukum sejak dini, membangun komunitas positif yang saling menjaga, dan memperbanyak kegiatan kreatif yang memupuk disiplin sosial. “Kebebasan tanpa arah sering berujung pada jeruji,” tegasnya.

Materi selanjutnya datang dari Rm. Siprianus Tes Mau, Pr., S.Fil., S.Pd., yang berbicara tentang OMK dan persiapan menuju hidup berkeluarga. Ia menyoroti krisis komitmen dan budaya instan yang memengaruhi relasi anak muda. Tantangan ini menuntut OMK untuk kembali ke akar iman, mengolah kedewasaan emosi, serta melatih komunikasi penuh hormat dalam relasi. Secara praksis, ia mendorong pembinaan pranikah yang integral, pendampingan rohani yang berkesinambungan, dan keberanian untuk membangun rumah tangga sebagai “taman iman”, bukan sekadar kontrak sosial.

Dalam nada yang memotivasi, Bapak Yanto Tantri Sanak, Ketua KADIN TTU, menguraikan peluang ekonomi kreatif bagi OMK. Menurutnya, era digital membuka pasar tanpa batas, namun persaingan juga makin tajam. Tantangannya ialah mengelola talenta agar tidak padam di tengah derasnya algoritma. Solusi yang ditawarkan: belajar kewirausahaan berbasis nilai, memperkuat jejaring bisnis yang etis, dan menggunakan platform daring sebagai sarana evangelisasi melalui karya kreatif. “Ekonomi kreatif yang berakar pada iman akan melahirkan kesejahteraan yang memuliakan Tuhan,” pungkasnya.

Masih dalam sesi yang sama, Prof. Dr. Yohannes Usfunan, SH., MH., Guru Besar Hukum, membahas penggunaan HAM dan batas-batasnya sekaligus memberikan komentar akademik terhadap materi-materi sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa hak asasi tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab moral. Tantangan bagi OMK terletak pada bagaimana menggunakan hak kebebasan berekspresi, hak memilih pekerjaan, dan hak relasi sosial tanpa melukai hak sesama. Ia mendorong kaum muda untuk membaca HAM dalam terang iman dan hukum positif, sehingga mereka mampu menjadi warga yang kritis namun konstruktif.

Sesi kedua menghadirkan Ibu Eliana Papote, Kapolres TTU, yang menegaskan pentingnya pencegahan serta hukuman terhadap tindakan kriminal. Ia menyampaikan fakta bahwa kejahatan yang melibatkan kaum muda sering terjadi karena lemahnya kontrol diri dan lingkungan yang permisif. Ia mengajak OMK membangun budaya saling mengingatkan, menguatkan peran keluarga, dan menghidupkan sistem keamanan berbasis komunitas. “Hukum bukan sekadar ancaman, tetapi pagar agar kita tetap berjalan di jalur yang aman,” jelasnya.

Puncak sesi dua ditandai dengan paparan Bupati TTU, Bapak Falentinus Kebo, yang tampil dengan gaya naratif. Ia berbagi kisah perjalanan organisasinya sejak muda hingga dipercaya sebagai kepala daerah. Melalui pengalamannya, ia menekankan bahwa leadership adalah buah dari proses panjang yang ditempa oleh disiplin, kerendahan hati, dan keberanian mengambil risiko. Tantangan bagi OMK ialah menjaga konsistensi karakter di tengah godaan instan. Ia mengajak peserta merawat mimpi dengan belajar, melayani, dan membangun jejaring yang sehat.

Sesi ketiga menjadi ruang reflektif ketika Rm. Patris Allegro menyajikan materi tentang militansi iman di pertigaan relativisme, sekularisme, dan algoritma FYP – metrik kuantitatif. Ia memaparkan bagaimana dunia real maupun maya sering dijejali “dunia salinan”, hiperrealitas, dan simulacra yang menggoda iman untuk larut dalam popularitas semu. Tantangan bagi OMK adalah menegakkan iman yang kokoh di tengah banjir konten. Solusinya: menghidupkan ritme doa, membangun komunitas yang meneguhkan, dan menakar setiap tren dengan kriteria Injil. Militansi iman, tegasnya, bukan sikap keras, melainkan keberanian bersaksi dengan kasih dalam arus zaman.
Meski kegiatan akademik padat, antusiasme peserta tetap stabil. Usai sesi studi, belasan imam melayani sakramen pengakuan dosa bagi ribuan peserta.

Suasana hening dan teduh mewarnai doa Taizé yang dipimpin Rm. Kristo Oki, Pr., sebelum rangkaian ditutup dengan pentas seni yang memancarkan sukacita iman.
Seluruh rangkaian hari studi ini menegaskan pesan tema umum KAYD III: “OMK Berziarah: Cerdas dalam Iman, Sejahtera dalam Hidup, dan Bergembira Memikul Salib.” Hidup OMK adalah peziarahan yang menjadi nyata ketika mereka mampu memutus mata rantai krisis yang mengancam kecerdasan iman, kesejahteraan hidup, dan kegembiraan memikul salib. Setiap materi, dialog, bahkan seni yang tersaji hari ini, mengingatkan bahwa iman yang matang lahir dari perjalanan yang jujur menghadapi tantangan zaman dan tekun mencari solusi yang memerdekakan.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026

RD Yoris Samuel Giri Memberi Pesan Kepada Para Pajurit TNI Katolik Untuk Manfaatkan Bulan Rosario untuk Menimba Semangat Baru Dalam Tugas dan Pengabdian

October 3, 2026

Meriahkan Bulan Kitab Suci Nasional 2026 Pastor Paroki Katedral Atambua bersama Dewan Pengurus Pastoral adakan lomba Kitab Suci

September 29, 2026

Momen 25 Tahun Imamat Rm. Yustus Ati Bere, Ketua Panitia Soroti Pentingnya Doa dalam Hidup Keluarga 

September 24, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 13, 2026

Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

Kristus Tanda Keselamatan

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?