
Sumber Gambar: sesawi.net
Setiap hari, setiap saat, kita mengalami pengalaman yang mendekati kematian. Kita melakukan pelbagai aktivitas yang beresiko, seperti berkendara, bekerja dengan kondisi berbahaya, atau sekedar makan di rumah makan. Kita mengandaikan bahwa semua itu aman. Tetapi perlu diingat bahwa apa pun itu selalu ada resikonya. Ketika kita sakit yang dapat menyebabkan kematian bagi kita, kita menjadi lebih sadar lagi akan arti kehidupan. Syukurlah bahwa sampai saat ini mungkin tidak terjadi apa-apa dengan hidup kita. Tapi, bagaimana jika tiba saatnya kita untuk kembali ke pangkuan Allah Bapa?
Sabda Tuhan hari ini sungguh menenangkan hati. Yesus bicara tentang kehidupan yang kekal. Bagi Dia, sungguh orang dapat mengalami hidup selama-lamanya. Hal itu bukan dongeng atau omong kosong. Di dalam hati setiap orang, ada keinginan untuk itu, karena Tuhan sendiri menempatkan pengharapan kepada setiap orang untuk tidak mengalami maut tetapi mengalami hidup.
Ia menaruh iman, harap dan kasih agar orang memiliki iman dan harapan akan hidup bersama-Nya selama-lamanya, serta kasih terhadap Dia dan bagi siapa saja.
Hidup yang dimaksud oleh Yesus ialah hidup dalam kerajaan Bapa. Allah sudah membangun sebuah kediaman surgawi bagi setiap orang. Hidup saat ini adalah sebuah persiapan di mana setiap orang ditantang untuk memurnikan hatinya dan mengarahkan pandangannya hanya kepada Yesus.
Yesus berkata bahwa hidup kekal diperoleh pada saat orang itu setia dan taat pada perintah Tuhan. Perintah itu bukan melakukan hal yang tidak masuk akal, tetapi melakukan pekerjaan yang sederhana yakni kasih.
Setiap risiko dalam hidup di dunia ini perlu dihadapi dengan iman yang mantap. Kematian tidak dapat menghalangi kita untuk terus memiliki pengharapan, iman kepada Dia dan kasih terhadap siapa saja. Karena dengan percaya kepada Yesus, kita memperoleh jaminan untuk tidak mengalami maut melainkan hidup. Kematian tidak membuat kita takut, tetapi mendorong kita untuk semakin setia mengimani Yesus.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
