
Pertobatan Santo Paulus, Rasul-manado.tribunnews.com
Setiap orang punya kisah hidup tersendiri dan unik. Entah itu berupa cerita yang menyenangkan maupun yang buruk.
Kisah-kisah masa lalu seringkali menjadi dasar untuk menilai kualitas seseorang karena hal tersebut dianggap berperan mempengaruhi perilakunya. Bahkan tidak jarang, kita langsung berpikiran negatif kepada seseorang hanya karena masa lalunya.
Kisah Paulus dalam bacaan pertama hari ini memberi inspirasi bagi kita untuk mengikuti dan setia pada rencana Tuhan. Paulus awalnya dianggap sebagai orang jahat karena ia telah menganiaya pengikut Tuhan. Kemudian dia bertobat dengan meninggalkan cara hidup yang lama dan menjadi Rasul Tuhan yang setia. Jika Tuhan memiliki rencana atas hidup seseorang, tiada satu pun rencana-Nya yang akan gagal (Kis 9:1-22 atau Kis 22:3-16).
Mengikuti rencana Tuhan merupakan panggilan hidup dan sekaligus karya perutusan kita sebagai orang beriman. Setelah para murid percaya akan kebangkitan Tuhan, Yesus pun memberikan perintah kepada mereka untuk menjadi pewarta kabar baik. “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk!” (Mrk 16:15-18).
Perintah Yesus ini merupakan bentuk kasih-Nya yang amat besar kepada manusia. Apa yang menjadi inti pewartaan ialah sekaligus menjadi inti iman kita, yakni kebangkitan Tuhan Yesus. Oleh karena itu diperlukan suatu keputusan dari pihak manusia sebagai jawaban atas kesediannya. Tuhan menghendaki kita menjadi saksi-Nya, seperti yang dialami oleh Rasul Paulus.
Pada Pesta Pertobatan Rasul Paulus ini, marilah kita semakin menyadari bahwa rencana Tuhan itu lebih indah daripada rencana siapa pun di muka bumi ini. Rasul Santo Paulus, Doakanlah Kami. Amin.
Hari ini saya bertugas sebagai Ceremoniarius dalam Perayaan Ekaristi Missio Canonica dan Wisuda Angkatan XI Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Keuskupan Atambua di Gereja Sta. Theresia Kefamenanu. Tema Misa hari ini ialah, “Rasul Paulus: Misionaris Teladan bagi Para Katekis!”
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
