
Keluarga Kudus Nasaret. Sumber: parokipasarminggu.com
Lampu Natal masih bernyala kerlap-kerlip di ruang tamu. Pohon Natal masih menjadi hiasan segar dan beberapa hadiah Natal masih tergeletak di bawah pohon Natal.
Setelah merayakan Natal dalam perayaan Liturgis dan kegembiraan keluarga, umat Katolik diajak oleh Gereja untuk melengkapi perayaan itu dengan merayakan Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria dan Yusuf atau lazim disebut Keluarga Kudus Nazaret.
Yesus yang lahir sebagai manusia, dibesarkan oleh ibu bapa-Nya, Maria dan Yusuf. Sebagai keluarga, mereka tinggal di Nazaret, bukan suatu keluarga yang terpandang oleh karena kekayaan dan kepandaian, jabatan dan karir. Mereka adalah keluarga yang sederhana, keluarga tukang kayu, namun hidup bersahaja di mata Allah.
Keluarga Kudus Nazaret menjadi keluarga yang bersatu, damai dan aman sentosa karena Tuhan Yesus sendiri yang mempersatukan dan menghangatkan keluarga itu. Yesus tumbuh dan berkembang semakin dewasa dalam rangkulan kasih kedua orangtua-Nya. Semoga keluarga Katolik mendapatkan butir mutiara seperti keluarga Nazareth dan mampu meneladani Keluarga Kudus Nazaret.
Perayaan Pesta Keluarga Kudus Nazaret mengingatkan kita semua untuk mendasari hidup kita dalam kekuatan persekutuan dengan Allah.
Keluarga adalah Gereja Keci. Ecclesia Domestica. Gereja Mini Dalam keluarga, segala nilai iman dan kebenaran serta pelbagai kebajikan lainnya ditanamkan. Keluarga yang harmonis dan sejahtera selalu menampilkan iman, harapan dan cinta. Bila keluarga Katolik kuat, maka Gereja juga kuat.
Bapa Suci Paus Fransiskus mengatakan, “Tidak ada keluarga yang sempurna. Tidak ada suami dan istri yang sempurna. Tidak ada anak yang sempurna. Namun, dalam iman dan rahmat Allah yang kita terima, kita terus berjuang untuk saling melengkapi dan saling meneguhkan, agar pada era global ini kita tetap kuat berdiri sebagai Keluarga Kristiani, Saksi Kasih dan Damai, yang kita terima dari Tuhan kita Yesus Kristus.”
Secara khusus Bapa Suci Paus Fransiskus dalam Surat Apostolik yang berjudul “Patris Corde” = Dengan suatu Hati seorang Ayah, mengajak umat Katolik sedunia agar pada 08 Desember 2020 – 08 Desember 2021 dijadikan sebagai Tahun Santo Yusuf.
Tokoh Santo Yusuf hendaknya dapat menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi kita semua teristimewa para ayah, bapa keluarga antara lain, sederhana, jujur, taat, murni, rendah hati, tanggung jawab dan pekerja keras.
Keluarga Kudus Nazaret menjadi panutan bagi setiap keluarga dalam menjalani dinamika kehidupan dan teladan yang dapat dicontoh. Dalam kesederhanaan dan serba keterbatasan, Yosef dan Maria menjaga dan melindungi Yesus agar tetap hidup.
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk senantiasa menghormati kedua orang tua kita. Barangsiapa taqwa kepada Tuhan, ia akan menghormati orang tuanya. Dalam diri orang tua, Tuhan hadir untuk membimbing, mengarahkan dan menegur kita. Orangtua adalah rahmat bagi kita sebagai anak-anak yang mereka miliki.
Perintah Tuhan yang keempat dalam Sepuluh Perintah Allah berbunyi,”Hormatilah ayah ibumu”. Bagaimana kita dapat sampai kepada Tuhan kalau tidak bisa menghormati orangtua kita? Inilah kesempatan bagi kita untuk bersyukur dan mengasihi orangtua kita dengan memberikan yang terbaik untuk mereka.
Marilah kita mendoakan keluarga kita yang berperan dalam mendidik dan merawat kita. Kita ingat nama mereka, ayah, ibu, nenek, kakek, tante, om, dan siapa saja yang terlibat dalam perkembangan hidup kita. Kita bawa mereka dalam setiap doa-doa kita. Keluara adalah gereja mini, rumah pendidikan pertama.
Ya Keluarga Kudus Nazaret, tuntunlah dan berkatikah keluarga-keluarga Kristiani masa kini. Tambahkanlah iman, harapan dan kasih pada semua keluarga Kristiani. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat Pesta Keluarga Kudus Nazaret. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
