
Atambua, KeuskupanAtambua.org – Laporan RD. Yudel Neno – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, dalam hal ini Bidang Urusan Agama Katolik (Urakat) selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para Penyuluh Agama Katolik, atas inisiasi Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) Agama Katolik.

Kegiatan berlangsung di Emaus Pastoral Center (EPC), Selasa, 27 Februari 2024 menghadirkan Dua Narasumber yakni Rm. Frans Katino, Pr dan Rm. Yudel Neno, Pr.

Ketua Panitia penyelenggara kegiatan, Marselinus Elias Seso, S.Fil pada laporan awal menyampaikan latar belakang kegiatan bimtek yang diselenggarakan. Disebutkannya, mengingat banyak Penyuluh Agama yang berlatar belakang pendidikan umum atau tidak berasal dari latar belakang pendidikan keagamaan. Ketua POKJALUH Agama Katolik Kemenag Belu ini juga menyebut bahwa kegiatan itu dilakukan demi memacu potensi para Penyuluh Agama agar mampu menyesuaikan diri dan mampu menjawab tantangan era digital saat ini. Selanjutnya dirinya melaporkan jumlah Peserta kegiatan sebanyak 55 orang Penyuluh.

Bimtek Penyusunan Materi Bimbingan dan Penyuluhan bagi Penyuluh Agama Katolik ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, Fidelis Seran, S.Ag., MM. Dalam Berbagainya sekaligus membuka kegiatan, Kakan Belu menggambarkan spiritualitas Petrus yang nampaknya banyak gagal di hadapan Yesus namun tetap dipercaya. Serentak Kakan Fidelis meminta para Penyuluh untuk tetap bersemangat dan tanpa dihantui rasa putus ada dalam mewartakan kebenaran Firman Allah sama seperti Petrus.

Kegiatan berlangsung antusias. Dalam paparan materi, Rm. Frans Katino, selaku Narasumber pertama, menguraikan landasan biblis dan penjelasan teologis tentang urgennya pewartaan di era kekinian.

Rm. Frans meletakan dasar inspirasi; bagaimana mendesign renungan yang menjawabi tuntutan era digital. Dengan berpedoman pada metode pewartaan Lectio Divina , Rm. Frans menguraikan pentingnya memahami dengan baik langkah-langkah Lectio Divina , yakni Lectio, Meditatio, Oratio dan Contemplatio . Menurut Rm. Frans, tahap-tahap itu merupakan jurus jitu pewartaan bagi para pendengar.

Sementara itu pada sesi kedua, Narasumber Rm. Yudel Neno, Pr menguraikan secara praktis kerangka sederhana menyusun dan merumuskan renungan dengan ketat terikat pada semangat Lectio Divina . Menurut Rm. Yudel, membaca teks secara berulang kali menjadi sangat penting. Membaca adalah aktualisasi diri; Membaca adalah sebuah doa dan pewartaan, karena di dalam membaca Kitab Suci, kita menemukan Tuhanlah yang sementara berbicara kepada kita.

Sementara itu, disela-sela kegiatan, Kakan Kemenag Belu, Fidelis Seran, menyampaikan harapannya; mudah-mudahan dengan adanya kegiatan bimtek yang diselenggarakan hari ini, potensi para Penyuluh Agama Katolik mengalami peningkatan. Disebutkannya, walaupun sehari, tetapi kalau sungguh-sungguh, pasti ada hikmahnya.

Kepala Kantor (Kakan) Fidelis juga menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini, kelompok sasarnya adalah para Penyuluh Agama Katolik. Menurutnya, para Penyuluh perlu dibekali dengan kompetensi dan keterampilan yang memadai demi memenuhi kebutuhan zaman. Sementara tentang bidang evangelisasi, Beliau menekankan tentang pentingnya inovasi bagi para Penyuluh demi menjaga marwah penyuluh dan terutama martabat karya pewartaan.
Kegiatan hari ini dinilai tiba pada sasarannya karena usai bimbingan, para Penyuluh diberi waktu untuk menyusun renungan dengan berpedoman pada teks Injil yang ditentukan. Pasca penyusunan, beberapa relawan tampil membacakan renungan yang disusun dan disusul dengan bedah renungan menggunakan metode Lectio Divina.
