Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Lalang Di antara Gandum
Renungan Harian

Lalang Di antara Gandum

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaJuly 24, 2021No Comments185 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bacaan I: Kel 24:3-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 50:1-2.5-6.14-15
Bait Pengantar Injil: Yak 1:21
Bacaan Injil: Mat 13:24-30



Kebaikan kadang tidak mudah dipisahkan dari kejahatan. Dimana tumbuh kebaikan disitu juga bayang-bayang kejahatan menghantui untuk menghancurkannya.

Dalam Injil hari ini, Yesus membuat perumpamaan tentang lalang dan gandum. Konon, lalang hampir menyerupai gandum. Lalang yang tumbuh di antara gandum susah untuk dipisahkan karena akarnya saling berjalin.

Lalang ketika masih kecil memang mirip dengan gandum. Namun akan terjadi perbedaan mencolok ketika tumbuh makin besar! Untuk itulah, di musim menuai, para pekerja dengan mudah memisahkan lalang dan gandum.

Dalam perumpamaan itu Yesus menegaskan bahwa lalang dikumpulkan dan dibakar sedangkan gandum dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam lumbung.

Perumpamaan Yesus ini sesungguhnya mau mengingatkan bahwa iblis akan menabur di samping mereka yang menabur Firman Allah. Ladang melambangkan dunia. Benih yang baik melambangkan orang yang sungguh percaya pada Kerajaan Allah. Sedangkan iblis menabur kejahatan.

Kejahatan itu tidak akan mudah untuk dicabut dari tengah kehidupan kita. Bahkan, kejahatan dan kebaikan seakan tumbuh beriringan.

Terkadang kita pun tidak mudah mengenal pertumbuhan kejahatan itu. Seringkali kita merasa bahwa apa yang kita lakukan semuanya baik dan berkenan di hadapan Tuhan. Namun, ketika melakukan introspeksi, disitu kita menyadari betapa banyak hal yang kurang baik dalam diri kita.

Kita diajak untuk waspada dan cermat dalam peziarahan hidup ini. Kita belajar untuk selalu introspeksi diri dan mengenali keberadaan diri kita. Kita juga berjuang untuk menangkal segala bentuk kejahatan yang menggoda.

Kebaikan dan kejahatan akan semakin nampak dengan bertambahnya waktu! Dalam bahasa Jawa dikatakan: “becik ketitik ala ketara” (yang baik ketahuan dan yang jahat kelihatan).

Marilah berjuang untuk selalu menumbuhkan dan membuahkan kebaikan. Dengan semakin banyak berbuat baik maka kita sedang mematikan kejahatan yang bertumbuh dalam diri kita.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!

Rm. Frans Katino, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Beri Seminar dalam Momen NYD III, Uskup Agung Ende: Jangan Menjadi Generasi yang Teralienasi

July 4, 2026

Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026

June 12, 2026

KC Pantura CUKS Keuskupan Atambua Gelar Lokakarya Pra RAT Tahun Buku 2025

February 6, 2026

Mencermati Asumsi dan Mengkritisi Prasangka: Strategi Membina Dialog Terbuka

January 28, 2026

Bicara di hadapan Ribuan OMK, Uskup Atambua Suarakan Tantangan dan Peluang bagi OMK

September 20, 2025

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?