
Bacaan I: Rom 1:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-2-3ab.3cd-4
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Luk 11:29-32
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus merasa kecewa dan bahkan terkesan marah terhadap orang banyak ketika mereka menuntut tanda dari Yesus. “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” (Luk 11:29).
Kita tahu bahwa orang-orang Yahudi yang didalamnya terdapat orang-orang penting seperti para pemuka agama termasuk ahli Taurat dan orang Farisi, selalu mempertanyakan eksistensi Yesus. Mereka selalu mencari-cari kesalahan-Nya. Mereka selalu mempermasalahkan karya-karya-Nya. Dan kali ini mereka meminta tanda untuk meyakinkan bahwa Dia adalah Mesias.
Inti kekecewaan Yesus sesungguh terletak pada kebebalan hati mereka. Mereka terlalu sombong dan angkuh sehingga tidak mampu melihat dan memahami bahwa kebaikan-Nya sesungguhnya telah membuktikan kemesiasan-Nya. Perkataan dan perbuatan-Nya sesungguhnya memancarkan kehadiran Allah yang sungguh nyata.
Memang benar, bagi orang yang bebal hatinya dan tidak pernah mau merendahkan diri, sehebat apapun tanda yang diterima tidak akan menumbuhkan kepercayaan. Hal ini tentu berbeda dengan orang-orang Ninive yang bertobat dan percaya pada Allah. Mereka sungguh membuka hati terhadap tanda Yunus. Sehingga mereka yang tadinya tidak percaya pada Tuhan pada akhirnya bertobat dan percaya pada-Nya.
Jadi, sesungguhnya yang esensial bukan soal tanda! Hal yang sangat diperlukan adalah disposisi batin untuk melihat semua realitas dalam kacamata ilahi. Melihat semua peristiwa dalam kacamata iman. Sehingga, dengan itu kita akan semakin menyadari tanda-tanda dari Allah yang sungguh menyelamatkan.
Marilah memohon terang Roh Kudus agar memampukan kita untuk membuka hati pada rahmat Allah yang mengalir melalui banyak peristiwa hidup. Kita berusaha memandang setiap realitas dengan kacamata iman agar membantu melihat kehadiran Allah dalam setiap peristiwa hidup kita.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Romo Frans Katino, Pr
**Editor : Okto Klau
Trending
- Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
- Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
- Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
- Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
- Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
- Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
- Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
- Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
