
Sumber Gambar: satelit.gkagloria.id
Semakin dewasa, semakin banyak tuntutan hidup yang harus dihadapi. Orang muda harus bergumul dengan dunia pendidikan, orang dewasa bergumul dengan dunia pekerjaan. Belum lagi tuntutan dari pergaulan sosial dan dari tanggung jawab sebagai anggota keluarga. Terkadang tugas dan tanggung jawab menjadi beban hidup, terlebih ketika apa yang dikehendaki tidak berjalan sesuai dengan impian. Dalam keadaan seperti itu, siapa saja ingin hidup merdeka, yakni bebas dari segala macam tuntutan.
Orang tentu berpikir soal hidup berdasarkan keinginan diri sendiri, yakni ikut kemauan diri sendiri saja. Namun orang yang demikian menjadi semakin tidak merdeka, karena ia dibelenggu oleh keinginannya sendiri. Itulah orang yang putus asa dan lari dari kenyataan hidup.
Sabda Tuhan hari ini bicara tentang hidup dalam kemerdekaan sebagai buah tentang tahu dari kebenaran. Kebenaran itu sendiri adalah Yesus, Sabda yang hidup. Dengan mengenal Yesus, orang memperoleh kelegaan sejati. Ia melepaskan orang dari belenggu dosa.
Hidup dalam Yesus menuntut setiap orang untuk melepaskan keinginan pribadinya dan melupakan sejenak segala hal di luar dirinya terhadap pekerjaan dan macam-macam kesibukan. Itu dapat terjadi dalam doa. Hal yang dibutuhkan ialah penyerahan sempurna. Yesus berkuasa terhadap segala sesuatu, termasuk apa yang terjadi dalam hidup manusia. Untuk itu, orang tidak perlu cemas untuk mempercayakan hidupnya kepada Yesus.
Keteguhan iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego, mendapatkan tantangan yang berat. Kesetiaan mereka pada Allah berbuah hukuman yang berat. Namun, di sanalah kuasa Allah bekerja dan membuka mata orang yang melawan Allah. Kuasa manusia tidak mampu mengalahkan kuasa Allah. Allah datang menyelamatkan setiap orang yang percaya dan setia kepada-Nya (Dan 3:14-20.24.25-28).
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
