Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih
  • Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut
  • Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua
  • Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38
  • Kristus Tanda Keselamatan
  • TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.
  • Undangan Terbuka
  • Kebahagiaan Sejati: Lebih Dari Sekedar Hubungan Darah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Paus Memilih 21 Kardinal Baru
Berita Keuskupan Atambua

Paus Memilih 21 Kardinal Baru

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaOctober 7, 2024No Comments178 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

KeuskupanAtambua.org –  oleh Dr. Doddy Sasi, CMF – Terpilihnya Mgr. Paskalis menjadi kardinal yang baru bukan berarti untuk menggantikan Kardinal I. Suharyo tapi justru menambah jumlah kardinal di Indonesia untuk membantu Paus baik secara kolegial maupun singular…”*

Kata kardinal berasal dari bahasa Latin “Cardinale” (cardo) yang berarti engsel pintu (cerniera la porta: Italia). Kata kardinal dengannya merujuk pada sesuatu yang prinsipil. Pada abad-abad awal, ada kebiasaan Paus memilih 25 orang imam untuk membentuk satu unit kerja sebagai penasihatnya. Dan 25 imam penasihat ini disebut dengan nama kardinal. Dan kala itu, kata kardinal penggunaannya masih sebatas pada gereja-gereja lokal di sekitar Roma. Baru sejak Abad XII, kata kardinal mulai digunakan sebagai gelar untuk uskup-uskup lain yang jauh atau diluar kota dari Roma.

Perbedaan pengunaan istilah soal kardinal pun dapat kita temukan pada Kitab Hukum Kanonik. KHK 1917 menggunakan kata “senat” dari Paus untuk menyebut para kardinal dan tugas para kardinal dalam kodeks yang lama ini adalah mendampingi Paus sebagai penasihatnya (Kan. 230, KHK. 1917). Sedangkan pada KHK 1983 (kan. 349-359), istilah yang dipakai bukan lagi “senat” tapi “kolegium khusus” (collegio peculiare) dengan tugas yang sama sebagai penasihat Paus. Sebagai penasihat Paus para kardinal mempunyai fungsi utama (kan.349) yakni pertama, memilih Paus. Dan kedua, membantu Paus melalui dua cara: secara kolegial melalui konsistori dan secara singular melalui fungsi pemerintahan pada Kuria Romana (dikasteri-dikasteri atau lembaga-lembaga kuria Roma).

Adapun syarat-syarat pengangkatan bagi seorang kardinal, yakni: seorang pria yang dipilih dengan bebas oleh Paus, sekurang-kurangnya sudah ditahbiskan menjadi imam, unggul dalam ajaran, moral, kesalehan dan juga kearifan bertindak; mereka yang belum Uskup, harus menerima tahbisan uskup (kan.351§1). Tapi dalam beberapa tahun terakhir ini, sering terjadi bahwa yang terpilih menjadi kardinal tidaklah harus seorang uskup bahkan dengan usia yang juga sudah melewati 75 tahun. Sebagai contoh, Pada tahun 2018, Paus memilih dan mengangkat Pastor Aquilino Bocos, CMF sebagai kardinal. Pada tahun 2020, Paus memilih Pastor Raniero Cantalamessa, OFM.Cap juga sebagai kardinal. Lalu pada tahun 2022, Paus memilih dan mengangkat Pastor Gianfranco Ghirlanda, S.J. sebagai kardinal. Dan yang terbaru, Paus memilih Pastor Timothy Peter Joseph Radcliffe, OP dan Pastor Fabio Baggio, C.S., Sebagai kardinal. Alasannya adalah sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa mereka dalam gereja universal.

Dan pada Minggu siang 6 Oktober 2024 kemarin, diakhir Doa Angelus, Bapa Suci, Paus Fransiskus kembali mengumumkan 21 kardinal baru. Pelantikan para kardinal baru ini akan terjadi pada konsistori yang akan dilaksanakan pada Minggu, 8 Desember 2024 nanti. Diantara 21 kardinal baru itu, terpilih juga Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM., Sebagai cardinal yang baru bagi Gereja Katolik Indonesia. Dengan terpilihnya Mgr. Paskalis Bruno Syukur, maka ada beberapa hal yang perlu dipahami dengan baik: *Pertama*, Gereja Katolik Indonesia kini memiliki 3 Kardinal: dua kardinal electoral (aktif) dan 1 kardinal Emiritus. Terpilihnya Mgr. Paskalis menjadi kardinal yang baru bukan berarti untuk menggantikan Kardinal I. Suharyo tapi justru menambah jumlah cardinal di Indonesia untuk membantu Paus baik secara kolegial maupun singular. Dan bukan hal yang baru juga bila disebuah negara ada lebih dari 1 Kardinal dengan pertimbangan yang sesuai dengan kebutuhan negara tersebut. *Kedua*, Kardinal I. Suharyo dan Kardinal Paskalis Bruno Syukur tentu akan masuk dalam dewan kardinal dengan tetap bertugas di Keuskupan mereka masing-masing. Dan tentu dalam konklaf mereka memiliki hak elektoral mengingat Usia mereka masih dibawah 80 tahun. *Ketiga*, Umumnya para kardinal memiliki tugas tambahan, misalnya memimpin suatu keuskupan atau keuskupan agung ataupun memimpin suatu kantor/ lembaga/departemen dalam Kuria Roma. Akan tetapi fungsi terpenting mereka adalah memilih Paus baru, bilamana terjadi sede vacante karena kematian atau pengunduran diri Paus yang lama. Dan hak untuk menghadiri konklaf kini dibatasi bagi para kardinal yang berusia tidak lebih dari 80 tahun.

 

*Dr. Doddy Sasi, CMF*

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026

RD Yoris Samuel Giri Memberi Pesan Kepada Para Pajurit TNI Katolik Untuk Manfaatkan Bulan Rosario untuk Menimba Semangat Baru Dalam Tugas dan Pengabdian

October 3, 2026

Meriahkan Bulan Kitab Suci Nasional 2026 Pastor Paroki Katedral Atambua bersama Dewan Pengurus Pastoral adakan lomba Kitab Suci

September 29, 2026

Momen 25 Tahun Imamat Rm. Yustus Ati Bere, Ketua Panitia Soroti Pentingnya Doa dalam Hidup Keluarga 

September 24, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 13, 2026

Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

Kristus Tanda Keselamatan

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?