
LALIAN, 23 Februari 2026 — KeuskupanAtambua.org – SMA Swasta Seminari Lalian kembali menggelar Praeses Cup, sebuah ajang tahunan yang menjadi ruang pembinaan karakter, ketahanan fisik dan mental, sekaligus perayaan persaudaraan di lingkungan sekolah. Upacara pembukaan berlangsung Senin (23/2/2026) pukul 15.00 WITA di lapangan sekolah.

Praeses SMA Swasta Seminari Lalian, Rm. Hiro Masu, Pr., dalam amanatnya menegaskan bahwa pertandingan bukanlah ajang untuk melahirkan kekerasan atau mencari lawan sebagai musuh. “Praeses Cup adalah momentum untuk memupuk persaudaraan di antara warga Seminari Lalian. Ini kesempatan membangun kebersamaan, bukan permusuhan,” ujarnya di hadapan para siswa, guru, dan pembina.

Ia juga menekankan bahwa kompetisi merupakan sarana pendidikan. Melalui pertandingan, para seminaris dilatih untuk mengembangkan kemampuan, khususnya dalam olahraga sepak bola, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dalam setiap cabang yang dipertandingkan.

Sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan, Rm. Hiro Masu, Pr., melakukan tendangan perdana di lapangan. Tendangan awal itu disambut tepuk tangan meriah peserta dan menjadi simbol dimulainya kompetisi yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Tahun ini, tiga cabang olahraga dipertandingkan, yakni sepak bola, bola voli, dan catur. Kelompok 1, 2, dan 4 ambil bagian dalam pertandingan pembuka untuk cabang sepak bola dan bola voli, menghadirkan atmosfer kompetitif yang tetap menjunjung nilai kebersamaan.
Praeses Cup bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wahana pembentukan karakter seminaris: berani berjuang, mampu mengelola emosi, serta siap menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada.
Semangat juang yang dibangun di arena pertandingan diharapkan berlanjut dalam perjuangan mereka meraih cita-cita, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Dengan semangat sportivitas dan persaudaraan, Praeses Cup 2026 di SMA Swasta Seminari Lalian resmi bergulir.
Penulis: Adam Natalino Teme & Ogilbertus Hendra Mau Loko. Editor: Rm. Yudel Neno
