Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
  • Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
  • Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
  • Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
  • Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
  • Perluas Wawasan: Panitia HKY 2026 Bakal Hadirkan Empat Narasumber dalam Seminar Hati Kudus Yesus
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»RADIKAL DALAM CINTA
Renungan Harian

RADIKAL DALAM CINTA

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 7, 2021Updated:September 7, 2021No Comments59 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 


Radikal sebenarnya berasal dari kata “radix” yang berarti akar. Radikal bisa diartikan “mengakar”. Jika demikian, semua orang Kristen seharusnya radikal. Artinya, semua orang Kristen harus makin mengakar dalam kristus dan berbuah dalam kasih sesuai ajaran-Nya. Sayangnya, pada masa sekarang, kata “radikal” telah menjadi negatif dan bahkan menakutkan. Orang-orang beragama yang radikal dianggap tidak ramah, suka menghakimi dan suka mengafirkan orang lain. Orang-orang radikal dianggap tidak cocok untuk hidup dalam masyarakat modern.
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada masa Yesus juga adalah orang-orang yang radikal secara agamawi. Mereka menguasai Kitab Taurat dan Hukum Musa. Sayangnya kemampuan tersebut justru dipakai untuk menghakimi dan bukannya menyelamatkan sesama. Dalam Injil Lukas hari ini dikatakan bahwa, “Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat.” Inilah yang diubah oleh Tuhan Yesus. Pemahaman akan ilmu agama bukanlah alat untuk menghakimi melainkan untuk menyelamatkan. Kedalaman religius seseorang diukur bukan dengan semakin banyak ayat dan hukum yang dihafalkan, melainkan karena semakin banyak mencintai sesama.
Dalam dunia riil dan virtual, kita bisa menjumpai banyak “ilmu agama”. Kita bisa mengakses ilmu Teologi, Kitab Suci dan Liturgi. Semua itu arahnya agar orang Kristiani semakin radikal dalam mengasihi Tuhan dan sesama. Semoga kekayaan iman dan agama yang kita peroleh, tidak menjadikan kita “panitia akhirat” yang menentukan siapa yang masuk surga atau neraka, melainkan membuat kita semakin rendah hati dan mencintai tanpa batas.
Cinta akan kebaikan itu selalu menjadi prioritas utama dalam hidup orang beriman. Dalam situasi tertentu, kebaikan menjadi sebuah kemendesakan yang harus diutamakan. Hal ini sudah ditunjukkan oleh Yesus dalam karya-karya-Nya. Meskipun Yesus tahu mata orang-orang Farisi dan dan petinggi-petinggi Yahudi selalu tertuju pada-Nya, namun Yesus tak gentar sedikit pun untuk tetap mewartakan Kerajaan Allah lewat tindakan dan perkataan meski pada hari Sabat sekali pun. Manakah yang lebih baik menolong sesama pada hari Sabat atau berbuat jahat? Yesus melakukan kebaikan namun justru menjadi bahan bagi mereka untuk menyerang-Nya.
Hidup kita pun demikian. Tak jarang kita dijauhi dan dikucilkan karena kebaikan yang kita lakukan. Namun Kisah Yesus menjadi kekuatan bagi kita, untuk tetap teguh dan berjuang dalam kebenaran untuk kelak mendapat keagungan dan kemuliaan.
Rasul Paulus telah setia menjadi pelayan jemaat, untuk menyampaikan rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad. Kristus hadir. Dialah harapan dan kemuliaan sejati. Dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Kisah Jejak-jejak Kaki

Pada suatu malam seorang pria bermimpi. Ia berjalan menyisir pantai bersama Tuhan. Di cakrawala terhampar adegan kehidupannya. Pada tiap adegan, ia melihat ada dua pasang jejak kaki di pasir. Sepasang jejak kakinya dan sepasang lagi itu jejak kaki Tuhan.
Setelah adegan akhir kehidupannya terhampar, ia menoleh ke belakang melihat jejak-jejak kaki di pasir. Ia melihat bahwa seringkali dalam kehidupannya hanya ada sepasang jejak kaki. Ia juga melihat bahwa saat tersebut merupakan saat-saat paling mencekam dan menyedihkan di dalam hidupnya.
Hal itu sungguh mengherankannya dan ia pun bertanya kepada Tuhan tentang hal tersbut. “Tuhan, Engkau mengatakan bahwa sekali aku memutuskan untuk mengikuti-Mu, Engkau akan selalu berjalan bersamaku. Tetapi, aku melihat bahwa pada saat-saat paling susah dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki. Aku tidak mengerti mengapa saat aku sangat membutuhkan-Mu, Engkau justru meninggalkan aku.” Tuhan lalu menjawab, “Anak-Ku, engkau sangat berharga di mata-Ku. Aku mengasihimu dan Aku tidak akan meninggalkanmu. Sewaktu engkau dalam bahaya dan penderitaan, engkau hanya melihat sepasang jejak kaki, karena waktu itu Aku sedang menggendongmu.” Sampai pada masa tuamu, Aku tetap setia dan sampai masa putih rambutmu Aku setia menggendongmu. Amin.

Romo Eman Kiik Mau, Pr

***Renungan live dapat dilihat di youtube Komisi Kitab Suci KA : https://www.youtube.com/watch?v=GT1JTo0zaE4

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart

June 21, 2026

Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar

June 18, 2026

Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026

June 12, 2026

Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan

June 7, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?