Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih
  • Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut
  • Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua
  • Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38
  • Kristus Tanda Keselamatan
  • TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.
  • Undangan Terbuka
  • Kebahagiaan Sejati: Lebih Dari Sekedar Hubungan Darah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Ratusan Imam dan Sejumlah Umat Ikut Refleksi Imamat Bersama Uskup Atambua
Berita Keuskupan Atambua

Ratusan Imam dan Sejumlah Umat Ikut Refleksi Imamat Bersama Uskup Atambua

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaMarch 25, 2024Updated:March 25, 2024No Comments310 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Atambua, KeuskupanAtambua.org – Ratusan Imam yang berkarya di Keuskupan Atambua, ikut refleksi Imamat bersama Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr di Katedral Atambua, Senin, 25 Maret 2024.

Refleksi dibawakan Uskup Atambua dengan tema : Menghidupi Semangat Sinodalitas Dalam Hidup dan Pelayanan Gereja. Selain para Imam, hadir juga para Suster, Frater, utusan dari Paroki-Paroki dan Anak-Anak Sekolah.

Uskup Atambua memulai refleksi imamat dengan menegaskan tentang pentingnya menghayati keteladanan Bunda  Maria sebagai model dalam setiap karya pastoral. Dalam spirit Bunda Maria mendengarkan Kabar Sukacita dari Malaikat Gabriel,  Bapak Uskup mengajak para Imam agar melatih diri masuk dalam keheningan untuk mendengarkan, terutama problem yang muncul dalam karya pastoral sama seperti kerelaan Bunda Maria untuk mendengarkan.

Refleksi Imamat ini juga dilakukan dalam rangka Perayaan Syukur 100 tahun KWI, yang telah dibuka pada 15 November 2023 di Katedral Jakarta, jelas Uskup Atambua. Bapak Uskup juga menyampaikan berita gembira bahwa sampai saat ini jumlah banyaknya Umat Keuskupan Atambua, menduduki posisi nomor dua di Indonesia setelah Keuskupan Ruteng.

Refleksikan tentang karya pastoral di Keuskupan Atambua, Mgr. Domi mulai dari kiat pendidikan yang telah lebih dahulu dimulai oleh Mgr. Jacobus Pessers, SVD. Selanjutnya misi tentang perhatian terhadap orang-orang kecil hingga dijuluki sebagai Uskup Pengabdi Orang Kecil dimulai oleh Mgr. Theodorus SULAMA, SVD, tegas Mgr. Domi.

Karya pastoral selanjutnya oleh Mgr. Antonius Pain Ratu, SVD. Beliau dikenal sebagai Uskup 3 BER (BERpengaruh, BERpendidikan dan BERkedudukan), jelas Uskup Domi.

Dari aneka karya pastoral yang telah diletakkan oleh para Pendahulu, ungkap Mgr. Domi, karya pastoral di Keuskupan Atambua, kian hari kian berkembang. Sembari merasakan dan mengalami begitu banyak tantangan pastoral, Uskup Atambua mengajak semua Imam untuk masuk dalam spiritualitas Setia Mendengarkan dan Setia Berjalan Bersama. Menurut Bapak Uskup, kesediaan mendengarkan dengan hati merupakan pintu masuk bagi tertempatnya aneka suara pastoral dalam nubari para agen pastoral.

Bapak Uskup menyebutkan aneka suara sembari memberi pertanyaan sentilan dan motivasi untuk berjuang bersama. Disebut Bapak Uskup, dalam karya pastoral, ada suara dari luar; suara alam-suara ekologis, yang perlu didengarkan dengan saksama, sebagaimana seruan bernas Paus Fransiskus melalui Ensiklik Laudato Si. Adapula suara dari dalam diri sendiri, yang perlu didengarkan sebagai fungsi kontrol terhadap arah tindakan pastoral. Peliknya kemajuan dunia digital saat ini, menuntut kerendahan hati kita untuk mendengarkan secara kritis suara media sosial. Supaya berbagai persoalan pastoral dapat diatasi, sangat dibutuhkan semangat mendengarkan suara kebersamaan dalam dialog. Pada akhirnya, berbagai pergelutan di medan pastoral, perlu dibenahi dalam perjumpaan dengan dengan Suara Tuhan dan penghayatan terhadap Suara Tuhan.

Walaupun karya pastoral selalu menemui hambatannya, namun menurut Bapak Uskup, ada aneka jalan yang dapat ditempuh, dan itupun selalu dalam semangat sinodalitas. Bapak Uskup menegaskan tentang Sinode (Synodos –  Synode), yang berarti Berjalan Bersama perlu didasarkan pada Yesus sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh. 14:6). Sebagaimana Yesus selalu berjalan bersama para MuridNya, sedemikian itulah karya pastoral seharusnya dilakukan.

Sembari menegaskan nasehat bernas Paus Fransiskus tentan Sinodalitas Gereja, sebagai Tapak jalan menuju Unio dan Communio, Bapak Uskup mengajak semua Imam untuk benar-benar mewujudkan Gereja ; (Synodos – Systima) sebagai persekutuan yang rapi  dan teratur. Dalam spirit rapi dan teratur, sinodalitas harus menjadi pola (sikap dan gaya hidup) dalam pelayanan gereja. Sinodalitas harus mulai dari bawah ; dari Problem Facing dan Solving Pastoral. Hanya dengan praktek demikian, berjalan bersama sambil mendengarkan menegaskan hakekat Gereja Sinode sebagai Gereja yang mendengarkan di mana setiap orang memiliki sesuatu untuk dikatakan dan dipelajari. Gereja harus menemani umat dalam perjalanannya, dengan spirit mendengarkan berciri akar rumput dan kolaboratif.

Pada akhir poin ini, Uskup Atambua melontarkan kritik pastoral. Dikatakannya; jangan sampai umat hanya mengenal wajah pastor, suster, uskup tetapi tidak mengenal wajah Kristus.

Pada akhir refleksi, Bapak Uskup Atambua dengan bertolak dari catatan kritis Fulton Sheen (Seorang Uskup Gereja Katolik Amerika Serikat), tentang Keretakan imamat dalam diri Yudas Islariot dan Simon Petrus, dibeber juga tantangan nyata Sinodalitas.

Menurut Bapak Uskup, tantangan paling nyata dan paling banyak terjadi justeru ada dalam tubuh para Pelayan. Menurut Bapak Uskup, Kepemimpinan Sinodal, seringkali menjadi problem karena sering ada elitisme dalam tatanan presbyteral. Seringkali para Pelayan Pastoral merasa lebih kuat sebagai Tuan Tanah daripada sebagai gembala bagi komunitas. Praktek seperti ini tentu berkonsekuensi pada menurunnya servant leadership dan sinodal leadership.

Sembari merefleksikan tentang menguatnya elitisme leadership presbyteral, Bapak Uskup menempatkan desakan Paus Fransiskus sebagai poin penting dalam kancah pastoral, bahwasannya setiap pelayan pastoral dituntut untuk tidak hanya sinodal tetapi juga berani mengambil langkah exhodal (berani keluar dari kebersamaan dan kenyamanan untuk melanjutkan perjalanan), sama seperti Musa yang berani keluar dari pola jajah Firaun demi keselamatan Bangsa Israel.

 

Laporan : RD. Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026

RD Yoris Samuel Giri Memberi Pesan Kepada Para Pajurit TNI Katolik Untuk Manfaatkan Bulan Rosario untuk Menimba Semangat Baru Dalam Tugas dan Pengabdian

October 3, 2026

Meriahkan Bulan Kitab Suci Nasional 2026 Pastor Paroki Katedral Atambua bersama Dewan Pengurus Pastoral adakan lomba Kitab Suci

September 29, 2026

Momen 25 Tahun Imamat Rm. Yustus Ati Bere, Ketua Panitia Soroti Pentingnya Doa dalam Hidup Keluarga 

September 24, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 13, 2026

Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua

October 12, 2026

Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38

October 12, 2026

Kristus Tanda Keselamatan

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 12, 2026

TNI, POLRI MERAYAKAN SYUKUR HUT TNI KE 81, RD. YORIS SAMUEL GIRI TEGASKAN TANGGUNG JAWAB PRAJURIT.

October 11, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?