
Zakeus. Sumber: sesawi.net
Tanpa kerinduan, keinginan bertemu Yesus hanyalah sia-sia. Atau boleh hanya angan-angan. Sekadar tampilan luar untuk menarik perhatian.
Kerinduan Zakheus untuk melihat Yesus mengantar dia sampai memanjat pohon. Itulah usahanya untuk mewujudkan keinginannya. Ia ingin mengalami kehadiran Yesus di dalam dirinya.
Zakheus orang pendek itu kiranya jadi teladan. Pendek fisiknya tapi panjang akalnya. Ia tahu benar, bagaimana bisa melihat Yesus. Keinginan yang besar itu nyata lewat usahanya. Naik ke atas pohon agar bisa melihat ke bawah. Bentuk fisiknya menghalangi dia melihat Yesus. Ditambah kerumunan massa yang memupuskan harapannya. Tapi akal panjangnya menemukan jalan keluar.
Bagi Zakheus, pertemuan dengan Yesus membawa perubahan. Di sanalah ia alami pertobatan yang besar. Ia yang kaya dari pajak mau buka pintu bantuan bagi yang miskin. Bahkan ia ubah pikirannya dengan mengembalikan empat kali lipat dari barang yang dianggap rampasan hak orang lain. Pertemuan dengan Yesus bagj Zakheus mesti bawa perubahan. Jalan ke sana memang tidak mudah.
Zakheus rindu untuk bertemu Yesus terjawab. Yesus sendiri yang memanggil, menyapa Zakheus untuk segera turun. Yesus mau datang dan bertamu di rumah Zakheus. Misi Yesus jelas yakni membawa semua kepada keselamatan melalui pertobatan.
Kedatangan Yesus di tengah para pendosa, seperti seorang dokter yang hendak menemui pasiennya. Tuhan Yesus selalu terbuka hati-Nya bagi semua orang yang mau datang kepada-Nya.
Seperti Zakheus, kita juga perlu buka pintu hati kita, dan berani untuk datang pada Yesus. Kedatangan kita itu demi keselamatan kita. Kita datang berarti kita membutuhkan Tuhan yang menjadi kekuatan utama kita. Yesus selalu siap dan terbuka hati menerima siapa saja yang mau datang kepada-Nya. Itulah sukacita Tuhan.
Cinta Tuhan abadi selamanya. Di hadapan Tuhan, kita semua berharga. Kita laksana sebutir debu di atas neraca. Namun Tuhan selalu memberikan cinta-Nya dan tidak memperhatikan dosa, agar manusia kembali berbalik kepada Tuhan.
Zakheus bergembira dan bersukacita menerima kehadiran Yesus. Walaupun Zakheus tidak disukai banyak orang sebagai pemungut cukai, namun ia mau menerima cinta Yesus. Hal itu juga yang menggerakkan hatinya untuk berbagi cinta juga dengan orang lain.
Yesus sungguh hadir dalam hidup kita. Cinta-Nya nyata dan bisa dirasakan. Sebesar apa pun dosa kita, kasih setia Tuhan tak pernah berubah, karena Ia selalu mengharapkan kita kembali percaya dan hidup sesuai kehendak-Nya.
Cinta Tuhan banyak bentuknya. Sudahkah kita peka dan menyadari besarnya cinta Tuhan dalam hidup kita setiap hari?
Marilah kita selalu berusaha dan berjuang untuk datang kepada Yesus di tengah segala tawaran dunia lainnya.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
