Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Rindu Lihat Yesus
Renungan Harian

Rindu Lihat Yesus

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaNovember 15, 2022No Comments512 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


Zakeus. Sumber: sesawi.net


Tanpa kerinduan, keinginan bertemu Yesus hanyalah sia-sia. Atau boleh hanya angan-angan. Sekadar tampilan luar untuk menarik perhatian.

Kerinduan Zakheus untuk melihat Yesus mengantar dia sampai memanjat pohon. Itulah usahanya untuk mewujudkan keinginannya. Ia ingin mengalami kehadiran Yesus di dalam dirinya.

Zakheus orang pendek itu kiranya jadi teladan. Pendek fisiknya tapi panjang akalnya. Ia tahu benar, bagaimana bisa melihat Yesus. Keinginan yang besar itu nyata lewat usahanya. Naik ke atas pohon agar bisa melihat ke bawah. Bentuk fisiknya menghalangi dia melihat Yesus. Ditambah kerumunan massa yang memupuskan harapannya. Tapi akal panjangnya menemukan jalan keluar.

Bagi Zakheus, pertemuan dengan Yesus membawa perubahan. Di sanalah ia alami pertobatan yang besar. Ia yang kaya dari pajak mau buka pintu bantuan bagi yang miskin. Bahkan ia ubah pikirannya dengan mengembalikan empat kali lipat dari barang yang dianggap rampasan hak orang lain. Pertemuan dengan Yesus bagj Zakheus mesti bawa perubahan. Jalan ke sana memang tidak mudah.

Zakheus rindu untuk bertemu Yesus terjawab. Yesus sendiri yang memanggil, menyapa Zakheus untuk segera turun. Yesus mau datang dan bertamu di rumah Zakheus. Misi Yesus jelas yakni membawa semua kepada keselamatan melalui pertobatan.

Kedatangan Yesus di tengah para pendosa, seperti seorang dokter yang hendak menemui pasiennya. Tuhan Yesus selalu terbuka hati-Nya bagi semua orang yang mau datang kepada-Nya.

Seperti Zakheus, kita juga perlu buka pintu hati kita, dan berani untuk datang pada Yesus. Kedatangan kita itu demi keselamatan kita. Kita datang berarti kita membutuhkan Tuhan yang menjadi kekuatan utama kita. Yesus selalu siap dan terbuka hati menerima siapa saja yang mau datang kepada-Nya. Itulah sukacita Tuhan.

Cinta Tuhan abadi selamanya. Di hadapan Tuhan, kita semua berharga. Kita laksana sebutir debu di atas neraca. Namun Tuhan selalu memberikan cinta-Nya dan tidak memperhatikan dosa, agar manusia kembali berbalik kepada Tuhan.

Zakheus bergembira dan bersukacita menerima kehadiran Yesus. Walaupun Zakheus tidak disukai banyak orang sebagai pemungut cukai, namun ia mau menerima cinta Yesus. Hal itu juga yang menggerakkan hatinya untuk berbagi cinta juga dengan orang lain.

Yesus sungguh hadir dalam hidup kita. Cinta-Nya nyata dan bisa dirasakan. Sebesar apa pun dosa kita, kasih setia Tuhan tak pernah berubah, karena Ia selalu mengharapkan kita kembali percaya dan hidup sesuai kehendak-Nya.

Cinta Tuhan banyak bentuknya. Sudahkah kita peka dan menyadari besarnya cinta Tuhan dalam hidup kita setiap hari?

Marilah kita selalu berusaha dan berjuang untuk datang kepada Yesus di tengah segala tawaran dunia lainnya.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?