
Santo Vincentius a Paulo. Sumber:esmpktulungagung.sch.id
Lukas 9:54-55: “Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.”
Kisah Injil Lukas berkisah tentang Yesus yang mengawali karya-Nya di Galilea dan berakhir di Yerusalem. Saat ke Yerusalem Yesus ingin melewati Samaria namun orang Samaria menolak Dia melewati daerah mereka.
Murid-murid Yesus, Yohanes dan Yakobus mau mengutuk mereka dengan menurunkan api dari langit namun Yesus menegur mereka. Kemampuan seorang murid Yesus untuk menjatuhkan kutukan bisa dilakukan tapi tidak diizinkan Yesus.
Dalam perjalanan iman kita ada banyak orang yang menantang warta kita, dalam nama Yesus kita dapat menjatuhkan hukuman kepada mereka namun tidak diizinkan Yesus. Kasih yang harus diwartakan bukan kutukan.
Kadang ketika kita bermaksud baik tapi ditantang dan dicaci maki kita pun harus sabar menanggung dan bukan mengutuk sesama. Segala konsekuensi dari melawan pewartaan Injil ada di dalam Allah bukan kita.
Pesan Yesus:Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Janganlah membalas karena balasan ada di tangan Allah. St.Vincentius adalah santo pencinta orang sakit dan miskin. Sejak ditahbiskan menjadi imam ia menaruh perhatian pada yang miskin dan sakit. Semoga semangatnya memenuhi hati kita untuk yang miskin dan sakit. Semoga mereka yang sakit memperoleh kesembuhan.
Kita berdoa: “Tuhan Yesus, sering kami kecewa karena hal baik yang kami wartakan, ditolak bahkan kami dihina karenanya. Kuatkan kami agar kami tidak membalas dengan kutukan atau kata kata keras tapi sabar dan mendoakan mereka karena balasan ada dalam tangan-Mu. Kuatkan saudara dan saudari kami yang dianiaya karena nama-Mu. St.Vincentius doakan kami. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
