
LALIAN, Sabtu (14/2/2026), KeuskupanAtambua.org — Siswa kelas X.3 angkatan 74 Seminari Santa Maria Imaculata Lalian menggelar Malam Kreasi yang berlangsung meriah pada Sabtu malam, bertepatan dengan perayaan Valentine. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA itu menjadi ajang ekspresi seni sekaligus pengembangan bakat para seminaris di lingkungan seminari.

Acara tersebut menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari teater, drama, musik akustik, paduan suara, komedi, hingga monolog puisi. Setiap penampilan menunjukkan kreativitas, keberanian, serta kekompakan siswa dalam menyuguhkan karya terbaik di hadapan para pembina, tamu undangan, dan seluruh siswa seminari yang hadir.

Puncak kegiatan ditandai dengan pertunjukan teater bertajuk “Valentine Berdarah”. Lakon tersebut memikat perhatian penonton melalui alur cerita yang kuat dan penghayatan peran yang mendalam. Selain menghadirkan hiburan, teater itu juga menyampaikan pesan reflektif tentang makna cinta dan pengorbanan.

Malam Kreasi ini dipersiapkan secara intensif oleh seluruh siswa kelas X.3 angkatan 74. Proses persiapan meliputi latihan rutin, penyusunan konsep acara, hingga pengaturan teknis panggung yang dilakukan secara kolaboratif bersama Frater Aron, Frater En, serta Romo Kristoforus A. Muti, Pr., dalam koordinasi Rm. Stef Seran, Pr., selaku pembina utama kelas X. Kebersamaan dan kerja sama tersebut menjadi fondasi utama terselenggaranya acara yang terorganisir dan berkualitas.

Antusiasme penonton tampak sepanjang acara hingga selesai. Dukungan penuh dari komunitas seminari memberi semangat tersendiri bagi para siswa yang tampil.
Kegiatan ditutup dengan sambutan Praeses Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Malam Kreasi merupakan ruang pembentukan diri yang integral bagi setiap seminaris. Melalui panggung kreativitas, para siswa tidak hanya mengasah bakat seni, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di depan publik.
Tradisi Malam Kreasi, menurutnya, telah menjadi bagian dari dinamika formasi di kelas X. Setiap angkatan yang melewati tahap ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkaya pengalaman kebersamaan.
Kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan sebagai sarana pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter para siswa di lingkungan Seminari Lalian.
By: Aelredus R. Nahak & Yoseph A. Lopez
Editor : Yudel Neno, Pr
