
Lalian, 18 Februari 2026 — KeuskupanAtambua.org – Siswa dan seluruh warga SMA Swasta Seminari Lalian merayakan Misa Rabu Abu pada Rabu pagi pukul 08.00 WITA di Kapela Seminari Lalian sebagai tanda resmi dimulainya Masa Prapaskah. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Rosindus Tae, Pr., yang bertugas sepanjang minggu ini, dan dihadiri para imam sebagai konselebran, para suster, frater, karyawan/i, serta beberapa guru awam.

Perayaan berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Kehadiran sejumlah imam menambah suasana sakral sekaligus menjadi wujud nyata dukungan pastoral bagi pembinaan iman para seminaris, calon imam, dan seluruh komunitas seminari.

Dalam homilinya, Rm. Rosindus Tae, Pr. menegaskan bahwa makna Rabu Abu terletak pada panggilan menuju pertobatan sejati. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk menghayati tiga praktik utama Masa Prapaskah, yakni berpuasa, berdoa, dan beramal, sebagai bentuk konkret perjalanan iman. Selain itu, ia mendorong para siswa membangun kedisiplinan rohani, memperdalam relasi pribadi dengan Tuhan, serta mengasihi sesama dengan semangat pengorbanan.
Prosesi penerimaan abu dilaksanakan secara tertib dan penuh suasana reflektif. Tanda abu yang dikenakan di dahi menjadi simbol kerendahan hati dan kesadaran akan kefanaan manusia. Ungkapan liturgis yang menggema kembali mengingatkan bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu, seraya meneguhkan sikap batin untuk berserah diri di hadapan Tuhan.
Secara keseluruhan, perayaan Misa Rabu Abu di Seminari Lalian berjalan lancar dan penuh hikmat. Diharapkan melalui momentum ini, seluruh warga seminari semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih selama Masa Prapaskah serta dalam perjalanan hidup di masa mendatang.
Penulis: Adam Natalino Teme & Ogilbertus H. Mau Loko. Editor : Rm. Yudel Neno, Pr
