
KeuskupanAtambua.org — Sebanyak 62 siswa kelas XII SMA Swasta Seminari Lalian mengikuti ujian karya tulis ilmiah yang berlangsung pada Kamis (19/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026). Ujian dilaksanakan di ruang kelas XII di lantai dua gedung SMA Swasta Seminari Lalian.
Pelaksanaan ujian ini menjadi bagian penting dari proses akademik siswa kelas XII. Karya tulis ilmiah tidak hanya diposisikan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian sekolah, tetapi juga sebagai latihan awal untuk membangun budaya berpikir ilmiah di kalangan peserta didik.

Melalui karya tulis, siswa diajak untuk meneliti, menyusun argumen, dan memecahkan persoalan dengan cara berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Bukti-bukti yang dipakai dalam penulisan diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan, sehingga siswa tidak sekadar menulis pendapat, tetapi belajar menyusun gagasan berdasarkan data.
Ujian ini juga dimaksudkan untuk menguji sejauh mana siswa memahami dan mampu mempertanggungjawabkan isi karya tulis yang mereka susun. Setiap peserta diberi waktu sekitar 10 menit untuk mempresentasikan hasil penelitiannya, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama kurang lebih 15 menit.

Di setiap ruang ujian, hadir dua orang penguji, satu moderator, dan peserta ujian. Pola ini memberi ruang bagi siswa untuk berlatih menjelaskan gagasan secara runtut sekaligus menjawab pertanyaan secara kritis dan reflektif.
Salah seorang peserta, Alen Ketmoen, mengaku sempat diliputi rasa gugup saat harus mempresentasikan materinya di hadapan para penguji. “Awalnya saya sangat merasa gugup presentasi materi di depan penguji,” ujarnya.
Namun, justru dalam situasi seperti itulah siswa diuji, bukan hanya pada isi tulisan, tetapi juga pada kemampuan menjelaskan, mempertahankan argumen, dan merespons kritik. Dengan demikian, ujian karya tulis ilmiah tidak berhenti pada formalitas akademik, melainkan menjadi ruang latihan berpikir yang lebih dewasa.
Selama enam hari pelaksanaan, seluruh rangkaian ujian berjalan lancar. Setiap sesi bahkan ditutup dengan foto bersama, menandai suasana akademik yang tetap hangat dan bersahabat.
Ke depan, ujian karya tulis ilmiah diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Dengan cara itu, peserta didik tidak hanya dibiasakan menulis secara ilmiah, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan akademik yang lebih tinggi pada jenjang perguruan tinggi.
Penulis : Adam Natalino Teme & Ogilbertus Hendra Mauloko (Seminari Lalian) – Editor – Yudel Neno
