Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi
  • Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu
  • Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan
  • Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena
  • Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam
  • 62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah
  • Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua
  • Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Paroki»Umat Paroki Lurasik Rekoleksi Prapaskah Membangun Semangat Laudato Si
Berita Paroki

Umat Paroki Lurasik Rekoleksi Prapaskah Membangun Semangat Laudato Si

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaMarch 17, 2024No Comments84 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

keuskupanatambua.org -, Kabar buruk semakin menyelimuti dunia tempat kita hidup saat ini.  Konon kondisi  bumi kita semakin hari semakin mengkhawatirkan. Planet kita semakin sarat dan berat muatannya. Mulai dari banyaknya sampah yang berserakan dan mencemari lautan. Pola cuaca yang berubah-ubah, hingga level air laut yang semakin naik dan dapat menyebabkan bencana banjir di antero dunia.

Kerusakan ekosistem yang terjadi juga mengancam kesehatan umat manusia dengan berkurangnya sumber makanan, air, dan bahkan pasokan oksigen. Kerusakan ini diakibatkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia sendiri.

Isu global ini telah menjadi diskusi publik pada setiap kesempatan yang melibatkan semua elemen masyarakat dunia, mulai dari para elit pemimpin dunia, hingga masyarakat dan kaum sederhana.

Tidak ketinggalan umat beragama dari berbagai lapisan mulai dari hierarki yang tertinggi hingga umat akar rumput membangun diskusi dan kesadaran bersama untuk selamatkan bumi kita dari keterpurukan akibat ulah manusia sendiri.

Untuk itulah pada hari Sabtu, 16 Maret 2024, sekelompok besar umat Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus Lurasik, Kecamatan Biboki Utara, Keuskupan Atambua, menggelar rekoleksi prapaskah bersama membahas tema “Mengembangkan Ekonomi Ekologis Menurut Pandangan Paus Fransiskus”.

Rekoleksi prapaskah sehari ini dipandu oleh Pastor Paroki, RD. Urbanus Hala, dengan 2 orang narasumber yakni Vikaris Generalis Keuskupan Atambua, RP. Vincentius Wun, SVD dan Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Yosef M.L. Hello, S.Pd.M.Hum.

Rekoleksi ini dibagi dalam dua sesi yakni pemaparan materi rekoleksi oleh kedua pembicara, dan diskusi bersama atau sesi tanya jawab yang dipandu langsung oleh Pastor Paroki.

Materi yang dibawakan kedua narasumber adalah “Ekonomi Ekologis Menurut Paus Fransiskus” dan “Tobat Ekologis untuk Selamatkan Bumi”.

Ekonomi Ekologis Menurut Visi Paus Fransiskus

Sejak tahun 2015, seluruh umat manusia sudah diingatkan oleh Paus Fransiskus melalui ensiklik “Laudato Si” (18 Juni 2015) yang membicarakan tentang ‘Ibu Bumi sebagai rumah kita bersama’. Di dalam ensiklik ini, Paus Fransiskus mengkritik konsumerisme dan pembangunan yang tak terkendali. Paus juga menyesalkan terjadinya kerusakan lingkungan hidup dan pemanasan global (global warming). Dan mengajak semua orang di seluruh dunia untuk mengambil ‘aksi global yang terpadu dan segera’ untuk menyelamatkan ibu bumi rumah bersama.

Untuk itu Pemimpin Gereja Katolik Dunia itu memiliki visi tentang perlunya ekonomi ekologis. Menurutnya, kita perlu memperbaiki model pertumbuhan ekonomi yang menjamin penghormatan terhadap lingkungan, keterbukaan terhadap kehidupan, kepedulian bagi keluarga, adanya kesetaraan sosial, keprihatinan terhadap martabat pekerja dan perhatian bagi hak-hak generasi mendatang.

Dengan pernyataan ini, Paus hendak menekankan perilaku yang bertanggung jawab dalam hal konsumsi, produksi dan pengambilan keputusan dengan tujuan memastikan kehidupan yang bermanfaat bagi semua orang.

Ada dua hal kunci dikemukakan Paus, yakni kita disadarkan untuk berhenti mengeksploitasi alam dan segala isinya hanya demi tujuan ekonomis semata; dan jangan karena kita ingin makan hari ini, segala sesuatu dikorbankan, dalam hal ini lingkungan hidup.

Tobat Ekologis untuk Selamatkan Bumi

Terhadap aneka kerusakan alam yang menyebabkan bencana besar bagi kemanusiaan itu, dari manusia dituntut bukan hanya aksi fisik semata, tetapi terutama aksi spiritual yaitu pertobatan ekologis.

Pertobatan ekologis berarti  usaha membangun kembali relasi yang sehat melalui pembaharuan kemanusiaan, pertobatan batin, rekonsiliasi, dan pertobatan komunal dengan alam.

Kalau selama ini manusia selalu mengambil atau menerima dari alam dengan mengeksploitasi alam, kini saatnya untuk memberi atau mengembalikan kepada alam.

Bagaimana caranya?

Seperti dipelopori oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur ke-2 periode 1966-1978, El Tari yang terkenal dengan motto: “Tanam, Tanam, Sekali Lagi Tanam!”

Tiada cara lain selain menanam kembali setiap jengkal tanah dengan berbagai tanaman dan pohon.  Itu berarti tobat batiniah harus diwujudkan dalam tobat fisik dalam arti melakukan aksi tanam pohon.

Pastor Paroki Lurasik, RD. Urbanus Hala: Membuka Rekoleksi Prapaskah

Lima butir diskusi bersama

Menarik bahwa dalam rekoleksi sehari itu, para peserta yang terdiri dari para agen pastoral mulai dari ketua komunitas umat basis anggota dewan pastoral paroki, guru hingga kepala desa separoki Lurasik itu, memperdalam sikap tobat bersama melalui diskusi pendalaman materi.

Ada lima butir yang muncul dari diskusi bersama ini, yakni:

1)   Hentikan Penebangan pohon secara sembarangan

Disadari bahwa selama ini banyak sekali terjadi penebangan pohon-pohon besar tanpa diikuti dengan penanaman kembali. Karena itu para peserta menyadari bahwa perlu ada kesadaran baru untuk menanam kembali pohon-pohon terutama di sumber mata air, dan tempat-tempat umum lainnya.

2)  Bijak menangani Sampah Plastik di sekitar wilayah paroki

Saat ini sampah ada di mana-mana, terlebih pada musim hujan ini. Karena itu perlu gerakan mengumpulkan sampah dan membuang sampah pada tempatnya, terutama sampah plastik karena daya urainya yang memakan waktu yang sangat lama (500 tahun).

3)  Mengurangi penggunaan Pupuk Kimia dan menggantinya dengan pupuk organik

Tanah kita semakin padat karena penggunaan bahan kimia. Karena itu perlu langkah-langkah perbaikan. Misalnya mulai mengurangi pemakaian pupuk kimia, dan berusaha menggantinya dengan pemakaian pupuk organik, sehingga mengembalikan humus tanah dan hasilnya lebih organik.

4)  Mengurangi pembuatan sumur bor

Semakin banyak pengeboran sumur dapat merusak permukaan tanah, dan berdampak yang paling berbahaya adalah adanya rongga di bawah tanah yang terjadi karena eksploitasi air tanah yang berlebih.

5)  Pemberantasan Penyakit Masyarakat

Penyakit masyarakat seperti perjudian dan pencurian dapat juga menjadi pemicu untuk perusakan lingkungan hidup. Karena itu, dalam rekoleksi ini para peserta juga bertekad untuk memberantas penyakit-penyakit masyarakat itu mulai dari lingkungan dan desa mereka sendiri.

Perlunya Gerakan Bersama

Kelima hal yang dihasilkan dalam diskusi bersama rekoleksi sehari ini, selain untuk dilaksanakan secara pribadi atau individual, tetapi yang terutama adalah harus menjadi gerakan bersama, baik untuk seluruh umat paroki, tetapi juga dituntut untuk menjadi gerakan global seluruh masyarakat dunia untuk menyelamat ibu bumi dari rintihan kesakitan saat ini. Itulah yang juga diharapkan oleh Paus Fransiskus demi keberlangsungan bumi sebagai rumah kita bersama.

Sebab “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, segala sesuatu yang kita lakukan secara bersama-sama pasti akan mendatangkan hasil untuk kemuliaan kita bersama!

Kontributor : Yosef M.L. Hello

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan

April 27, 2026

274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan

April 19, 2026

28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti

April 18, 2026

Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan

April 16, 2026

Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari

April 16, 2026

Paroki Naekake Gelar Giat Animasi dan Pendampingan Lektor

April 16, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi

April 29, 2026

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam

April 27, 2026

62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah

April 27, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?