
Ilustrasi: parokicikarang.or.id
Lukas 17:3-5: “Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
Mendengarkan pengajaran Yesus tentang menasihati orang kalau salah dan mengampuni sesama terus menerus kalau minta maaf merupakan wujud dari iman maka murid-murid meminta Yesus untuk tambahkan iman mereka.
Mengampuni sesama itu adalah wujud nyata dari iman seseorang. Siapa yang sulit mengampuni berarti ia belum memiliki iman yang sempurna. Hidup kita penuh dengan kekurangan maka perlu ada pengampuni terus-menerus.
Mari berusaha agar di rumah kita tanda ada iman dengan terus-menerus mengampuni kalau satu pihak bersalah dan yang bersalah bertobat kalau diampuni. Inilah tanda orang beriman. Bagaimana dengan praktek pengampunan dalam keluarga kita?
Mari belajar mengampuni terus-menerus dan belajar bertobat karena pengampunan itu kasih yang harus mengubah hidup kita jadi lebih baik.
Kita berdoa: “Allah Bapa di surga Engkau mengasihi kami karena itu kendati kami jatuh dalam dosa Engkau mengampuni kami. Kuatkan iman kami agar kami mampu menghayati nasihat Yesus Putera-Mu hari ini. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vinsentius Wun, SVD
