
Luk 9:51-56
Doa Santo Fransiskus Assisi yang tekenal adalah Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai, bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Penolakan, kebencian, penghinaan, kekerasan, ketidakadilan yang kita rasakan di dalam hidup ini, cenderung mendorong kita mencari cara untuk melampiaskan amarah atau membalas perbuatan mereka yang telah menyakiti hati kita.
Seperti yang dialami Yesus dalam Injil Lukas hari ini. Yesus ditolak oleh orang Samaria. Para murid menjadi geram dan ingin segera menghukum orang Samaria.
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?
Yesus Maha Kasih. Ia tidak membalas penolakan itu dengan hukuman, melainkan dengan kasih. Ia tetap mengasihi siapa saja bahkan mereka yang telah menolak, menganiaya dan mengkhianati Dia.
Kasih Tuhan tak terbatas bagi kita. Kita diajak untuk menyebarluaskan kasih Tuhan itu kepada sesama yang ada di sekitar kita. Mulai dari orang yang dekat dengan kita, mereka yang lemah, miskin dan papa, sampai pada orang-orang yang pernah menyakiti kita.
Membalas air tuba dengan air susu bukanlah perkara yang mudah. Tuhan telah menjadikan kita anak-anak-Nya, maka kita perlu secara nyata untuk meneladani sikap-Nya, menyebarkan kasih-Nya kepada orang banyak. Perlahan tapi pasti, kita mulai mau untuk memaafkan, mendoakan dan memperbaiki relasi dengan mereka yang telah menyakiti hati kita.
Marilah kita mohon rahmat Allah agar kita semakin dimampukan dan dikuatkan untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama, menjadi pembawa damai-Nya bagi mereka yang memerlukannya.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa.
Romo Eman Kiik Mau Pr
Editor : Okto Klau
Trending
- Menjadi Imam dengan Paradigma Kosmopolitan dan Daya Dobrak Melampaui Sekat
- Ketika Teologi tentang Salib Berpuncak secara Misioner pada Kesetiaan di Bawah Kaki Salib
- Iman yang Berbuah Kasih
- Berikanlah Sedekah dan Semuanya Menjadi Bersih
- Menjadi Imam dari Padang Gurun dalam Kesadaran Tak Layak Membuka Tali Kasut
- Para Agen Pastoral Paroki St. Paulus Wedomu Mengikuti Sosialisasi Migrasi Aman dan Prosedural dari Komisi KP-PMP Keuskupan Atambua
- Paroki Katedral Atambua Menggelar Prosesi Tri Harta Iman ke-38
- Kristus Tanda Keselamatan
