
St. Charles Lwanga dkk l Sumber: angelusnews.com
Yohanes 21:17: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Kasih kepada Yesus harus menjadi dasar bagi pelayanan sebagai seorang gembala umat. Hal ini jelas dalam ujian yang diadakan Yesus pada Petrus sebelum ia diangkat menjadi pemimpin jemaat. Tiga kali dilontarkan pertanyaan yang sama disertai penugasan menggembalakan domba-domba.
Kasih yang sama telah menjiwai 22 orang muda Afrika yang mengorbankan hidup mereka sebagai korban karena Kristus dari pada mengikuti tuntutan amoral dari sang raja. Salah satunya Kizito usia 13 tahun.yang lainnya Mateus Malumba pindahan Islam jada Kristen.
Hidup baru dalam nama Yesus tidak mudah.Tiap hari kita harus ambil keputusan berpihak pada Kristus atau pada dunia dan tawarannya. Saat St.Yohanes Paulus II berada di kuburan martir Uganda ia menyerukan agar umat menjadi contoh iman yang berakar pada hubungan intim dengan Yesus dan hidup dalam kesatuan penuh dengan Gereja.
Iman kita harus secara jelas menunjukkan ketaatan pada injil dan misi kita harus terarah pada mereka yang tidak beriman pada Tuhan dan juga mereka yang tidak lagi menghayati imannya sesuai baptisan mereka.
Mari pada pesta Martir Afrika ini kita pun harus berusaha mencintai Yesus dan setia pada Gereja,taat pada Injil dalam hidup mulai dari keluarga sendiri dan masyarakat kita.
Kita berdoa: “Tuhan Yesus semoga kami rela mati bagi diri kami dan hidup untuk Engkau. Kami persembahkan hidup kami agar kehendak Allah menyata dalam hidup kami. Amin.”
Salam dan doa
P. Vincentius Wun, SVD
