Hati-hati dengan Hati. Sumber: Islampos.com
Yang diingat dari orang baik ialah apa perbuatannya. Yang diingat dari orang jahat ialah siapa pelakunya.
Perkataan ini menunjukkan perbedaan antara orang baik dan orang jahat. Apa yang dilakukan menentukan bagaimana kita dikenal atau diingat orang. Bila kita berbuat baik orang cenderung menunjuk kebaikan yang dibuat. Sebaliknya, bila kita berbuat jahat, orang kurang memperhatikan perbuatannya, melainkan siapa yang melakukan kejahatanlah yang diperhatikan.
Penulis Surat Ibrani hari ini mengingatkan kita agar tidak memiliki hati yang tegar dan jahat. Hal itu terjadi bila orang menjauh dari Allah dan termakan tipu daya dosa. Tegar hari artinya hatinya keras, kering dan tidak peka terhadap situasi sekitar dan penderitaan orang lain. Dampaknya orang fokus hanya pada kepentingan pribadi dan mudah terjerumus dalam dosa.
Injil Markus hari ini mengisahkan tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Tindakan Yesus berawal dari Hati-Nya yang berbelas kasih dan tulus. Orang yang hatinya berbelas kasih dapat dengan mudah merasakan penderitaan orang lain dan tergerak hatinya untuk membantu. Begitu pula dengan hati yang tulus dicirikan dengan melakukan perbuatan baik tanpa maksud lain, tanpa cari keuntungan atau minta balasan. Itulah yang dilakukan oleh Yesus. Setelah menyembuhkan si kusta, Yesus minta agar tidak mengatakan kepada orang lain. Hati yang tulus buat orang mampu berbuat baik demi kebaikan orang lain, tanpa embel-embel.
Marilah kita miliki hati yang berbelas kasih dan tulus. Caranya ialah dengan terbiasa mendengarkan suara hati kita. Bila hati kita mendorong untuk berbuat baik, buatlah itu dengan spontan. Jangan biarkan ketulusan hati terkontaminasi dengan banyak pertimbangan yang pada akhirnya buat kita tidak buat apa-apa. Kualitas hati itu selalu tampak dalam perbuatan.
“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Luk. 6:45).
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
