Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
  • Dari Ritapiret, Gubernur NTT Ajak OMK Menjadi Generasi Literat, Produktif, dan Kolaboratif
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Opini»Communio, Sinodalitas dan Kolegialitas
Opini

Communio, Sinodalitas dan Kolegialitas

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 27, 2023Updated:October 1, 2023No Comments239 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Sumber Bacaan

Communio berarti persekutuan. Sinodalitas berarti berjalan bersama. Kolegalitas kebersamaan.

Tiga istilah di atas, esensinya sama yakni merujuk pada banyak orang yang bersama-sama (berpikir dan bertindak bersama).

Tiga istilah di atas, jika ditelisik, dapat ditemukan perbedaannya. Perbedaannya terletak pada unsur personal yang diacu dalam ketiga istilah itu.

Komuni

Sebutan Communio merujuk pada Sakramen Permandian sebagai dasar persekutuan. Seseorang, ketika menerima permandian, ia dibebaskan dari dosa asal. Dalam keadaan murni ini, ia dimampukan oleh Rahmat Allah untuk sungguh-sungguh bersatu di dalam GerejaNya yang Kudus dan juga diangkat menjadi anak-anak Allah.

Maka Communio pertama-tama merupakan urusan internal Gereja. Urusan internal ini penting, mengingat bahwa gaung eksternal hanya dapat kuat, apabila internalnya benar-benar bersatu. Yang paling penting adalah Communio ini tidak boleh memandang mereka yang lain sebagai lawan atau musuh yang harus dirusak. Persekutuan harus bercorak Trinitaris, di mana kasih menjadi semangat dasar dalam hidup bersekutu dengan semangat perikoresis. Semangat perikoresis berarti saling merangkul, saling meresapi tanpa intervensi, yang satu melebihi yang lain.

Hubungan antara sinodalitas dan communio ialah communio merupakan salah satu aspek dari sinodalitas. Itu berarti dalam semangat sinodalitas, setiap umat beriman dalam persekutuan, atas Rahmat Baptisan, terpanggil untuk memandang yang lain sebagai sesama.

Sinodalitas dalam aspek communio memberi penekanan pada pentingnya Sakramen Pembaptisan sebagai dasar bergerak bersama dan sebagai dasar pergerakan misi.

Sinodalitas

Menurut Paus Fransiskus, sinodalitas adalah dimensi esensial Gereja. Bagi Paus Fransiskus, sinode adalah jalan yang dilalui Umat Allah secara bersama-sama. Jalan itu adalah Yesus sebagai Jalan Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6).

Secara eklesiologis, sinodalitas merupakan modus vivendi et operandi (cara hidup dan berkarya). Sebagai cara hidup dan berkarya, sinodalitas menegaskan tentang kelanjutan dalam sejarah dan kesetiaan yang kreatif terhadap tradisi.

Dalam berlalunya, terjadi pertukaran yang menakjubkan (mirabile commercium), dengan prinsip; Allah menjadi manusia untuk menunjukkan kesetiakawananNya dan dengan mengenakan tubuh kemanusiaan, manusia diangkat kodratnya menjadi anak-anak Allah.

Sinodalitas adalah inti dari komitmen ekumenis
orang-orang Kristen: karena sinodalitas mewakili undangan untuk berjalan bersama di jalan menuju persekutuan penuh dan– bila dipahami dengan benar menawarkan cara untuk memahami dan mengalami Gereja di mana perbedaan-perbedaan yang ada menemukan tempat dalam kerangka berpikir pertukaran timbal balik -balik karunia dalam terang kebenaran.

Kolegialitas

Sinodalitas dalam aspek kolegialitas, termanifestasi pada para Uskup (kolegialitas episkopal). Inilah ciri khas apostolik dari sinodalitas. Bahwa dengan tegas tentang semangat jalan bersama, di sana semangat Gereja Perdana juga ditegaskan. Semangat Gereja Perdana ini termanifestasi dalam diri para Uskup dalam kesatuannya dengan Bapak Suci di Roma sebagai Primus Inter Pares.

Aspek kolegialitas dari sinodalitas menunjukkan ciri magisterial (Magisterium Gereja), dalam hal ini para Uskup dalam kesatuannya dengan Bapa Paus, demi menjaga dan melahirkan semangat persekutuan dari berbagai ekstremisme, radikalisme dan inklusivisme. Itulah pentingnya, mengapa dalam karya misi, kaum terbaptis tidak boleh melepaskan diri dari kaum tertahbis dan kaum tertahbis pun tidak boleh memandang rendah kaum terbaptis.

Dari tiga poin di atas, terlihat bahwa sinodalitas hanya dapat berjalan, bukan hanya karena ada bersama, melainkan harus berjalan dan bergerak bersama. Pergerakan bersama ini dipandang sebagai pergerakan misi. Pergerakan misi ini hanya dapat berjalan ketika berada dalam persekutuan (communio), bergerak dan berpartisipasi bersama (participatio) menjalankan misi (missio) kabar gembira dan pertobatan sejati.

Oleh RD. Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart

June 21, 2026

Kecakapan Discernment Imamat di Tengah Viralitas dan Popularitas Publikasi Media Sosial

January 28, 2026

Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif

December 12, 2025

ELEMEN ESTETIKA DAN PENJIWAAN DALAM RAGAM TRADISI MUSIK – Catatan ke-2 untuk Konser Musik Trans Timor Barat

November 12, 2025

MUSIK SEBAGAI KATHARSIS – PENGALAMAN ESTETIS DALAM KONSER Calpestando La Terra – Sostenendo il Cielo

November 11, 2025

July 4, 2025

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026

Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya

July 23, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?