
Kupang, Belo, 16/10/2024, KeuskupanAtambua.org – Peserta OGF Unio Nusra, memasuki hari ketiga kegiatan. Pada hari ketiga ini, Panitia menghadirkan Pemateri; Rm. Kanisius Pen, Pr dengan materi Kesejatian Pelayanan dalam Persaudaraan.

Di hadapan 27 Peserta yang terdiri dari para Imam Projo, Rm. Kanis tampil memukau dan blak-blakan. Nampak bahwa persaudaraan banyak kali mandeg karena tidak blak-blakan dalam menyampaikan kejujuran.

Menurut Rm. Kanis, kata kunci bagi kesejatian pelayanan adalah pengabdian. Di dalam pengabdian, terdapat totalitas. Sembari mengutip pemikiran Paus Fransiskus, Rm. Kanis mengatakan; kesejatian pelayanan tidak terletak pada kehormatan melainkan pada pengabdian. Sementara kata kunci bagi persaudaraan adalah saling mengerti, menghargai dan saling mengapresiasi.

Rm. Kanis juga menambahkan bahwa persaudaraan yang kuat, ia bertumbuh dalam ketekunan berdoa. Jika tidak demikian, kita akan terpancing mencari-cari persaudaraan di luar dan dari luar. Tegas Rm. Kanis lagi, bahwa persaudaraan perlu berbasis Yonatan, di mana terdapat kerendahan hati yang luar biasa untuk mendukung Adiknya Daud untuk menjadi Raja, bukan karena motivasi politis tetapi karena kesadaran bahwa Daudlah yang sungguh dipanggil Tuhan.

Rm. Kanis menantang para Peserta OGF dengan menegaskan bahwa tantangan besar dan berat bagi persaudaraan adalah egoisme. Egoisme membuat orang tidak mampu menghargai dan mengapresiasi sesamanya. Pada akhirnya, Rm. Kanis juga menegaskan bahwa pada Imam Projo (Peserta OGF Unio Nusra) perlu menjadi pemenang yang terlahir dari perjuangan dan bukan berdasarkan apa kata orang.

Para Peserta sangat antusias mendengarkan presentasi materi dari Kanis, yang sangat nampak akses superaktifnya.

Usai presentasi materi, para Peserta OGF terbagi ke dalam kelompok berdiskusi. Hasil diskusi, diplenokan perkelompok oleh perwakilan.
Laporan : Rm. Yudel Neno, Pr (Peserta OGF asal Keuskupan Atambua)
