Emaus, keuskupanatambua.org- Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr mengundang Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH dan jajarannya dalam rapat terbatas tentang bagaimana cara preventif (pencegahan) dini dalam menangani penyebaran virus corona (covid-19) di Aula Dominikus, Emaus, Jumad (17/4/2020).

Pertemuan yang berlangsung cukup lama ini membahas terkait cara tepat untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di wilayah Keuskupan Atambua terlebih di Kabupaten Belu ini.
Uskup Domi Saku mengatakan perlunya langkah pencegahan dan lebih baik dilakukan segera daripada mengobati. Ia mengatakan dalam rapat agar pemerintah dan Gereja lebih serius melihat masalah kemanusiaan ini sebagai langkah antisipasi yang tepat dengan menyiapkan lebih banyak posko kesehatan dan menyediakan sarana kesehatan berupa masker dan sarana pendukung lainnya.
“Lebih baik dan tepat kita mengantisipasi dini penyebaran covid-19 daripada kita mengobati karena resikonya jauh lebih besar. Dalam segala keterbatasan karena minim alat test kesehatan dan pengobatan, jauh lebih efektif jika kita mencegah,” tutur Uskup Domi Saku.
Di lain sisi Ia turut prihatin karena anjuran pemerintah dan Gereja belum dipatuhi secara benar. Banyak orang masih cuek dengan situasi terkini walau di Belu sudah ada peluang yang besar terjadinya penyebaran virus Corona.
Di saat yang sama presiasi dari Bupati Belu, Willybrodus Lay karena Bapak Uskup Atambua telah menginisiasi terselenggaranya pertemuan berkaitan dengan covid-19.
Hal senada diungkapkan bahwa kerja sama yang baik Gereja dan pemerintah menjadi langkah tepat untuk bersama memutuskan rantai penyebaran virus corona yang sangat meresahkan kita.
Salah satu langkah yang sama dengan peran Gereja yakni menyiapkan masker dalam jumlah yang besar. Juga pemerintah menyiapkan lagi beberapa titik posko kesehatan untuk mempermudah pengecekan.
“Langkah nyata telah dilakukan oleh pihak Gereja dan pemerintah pun melakukan hal yang sama dengan menambahkan posko kesehatan. Ini bertujuan agar langkah pencegahan yang kita harapkan bersama bisa tercapai,” kata Bupati Lay.
Pertemuan ini mencapai titik temu yakni selalu mengedukasi masyarakat dan menyadarkan mereka tentang pentingnya upaya menjaga kesehatan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menjaga kesehatan orang lain.
Dalam pertemuan ini juga hadir beberapa petinggi petugas keamanan dan Vikjen Keuskupan Atambua, Pater Vincentius Wun, SVD dan beberapa imam, serta wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan. (RI 01)
